
Musibah yang terjadi kepada saudara kita di Selandia Baru tiada terjadi kecuali atas izin Allah. Segala sesuatu yg telah Allah tetapkan mestilah ada ibrah bagi umat manusia yang mau berfikir.
Kematian saudara kita yang menjadi korban kebiadaban musuh islam memberikan banyak sekali hikmah. Kepada para syuhada , mereka syahid insyaallah dengan kematian yang diidamkan orang beriman. Ruh mereka tiada yang mati, mereka hidup disisi Allah dengan mendapat rezeki.
“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan ALLAH itu mati; sebenarnya mereka hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki.” (Q.S. Ali Imran 169)
Ibrah lain dari musibah tersebut bagi umat islam. Dinegeri barat terkhusus Selandia Baru dan Australia, pasca pembantaian di dua masjid tersebut kini masjid2 disana menjadi ramai. Bukan hanya muslim yang meramaikannya, orang kafir pun ikut bersolidaritas atas musibah yang menimpa umat islam di Selandia Baru. Persaudaraan sesama manusia antara umat islam yg minoritas dengan non islam yg mayoritas semakin kuat.
Tapi disisi lain penyerangan tersebut juga malah menjadikan motivasi dan provokasi kepada musuh islam yg lain. Kejadian tersebut dikhawatirkan akan membangkitkan semangat para neo crusader memantik permusuhan islam dan Kristen barat kembali diabad ini.
Dari dua keadaan orang kafir, siapa yang patut kita doakan hidayah?
Dalam beberapa kejadian, terkadang Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mendoakan hidayah untuk orang kafir, tapi dilain keadaan Rasulullah pernah juga mendoakan kehancuran untuk orang kafir.
Dalam perkara doa, kita juga perlu mencontoh Rasulullah. Menjadi aneh ketika kaum muslimin dibantai oleh seorang musuh islam kemudian kita mendoakan hidayah untuk pelakunya. Padahal Nabi saja tidak seperti ini kepada para musuh islam yg sudah melampaui batas. Lihatlah pada kisah2 perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, ketika ahli Qur'an dibunuh oleh orang kafir , Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam amat marah dan beliau doakan keburukan kepada para pembunuh melalui qunut nazilah selama sebulan. Inilah contoh yang Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam lakukan ketika utusannya dibunuh dengan keji oleh orang kafir.
Namun dalam keadaan yang lain Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam juga sering mendoakan hidayah kepada orang kafir, dan ini berlaku kepada mereka yang masih diharapkan keislamannya, bukan mereka yang telah melakukan kejahatan yang melampaui batas.
Kepada kafir yang melakukan perdamaian dan solidaritas, inilah kafir yang layak kita doakan hidayah. Semoga Allah berikan hidayah untuk mereka, menuntun mereka untuk mengenal islam, dan dilembutkan hatinya agar saudara2 kita mendapatkan keamanan disana.
Kepada kafir yang terang2an memberikan dukungan atas pembantaian tersebut apalagi kepada para pelakunya, doakan kehancuran untuk mereka.
0 komentar:
Posting Komentar