WHAT'S NEW?
Loading...

Ia Masuk Dari Maksiat Maupun Taat



بسم الله الرحمن الرحيم

_Semoga tetap dalam kerendahan hati dan terus membersamai jiwa😊_

*Ia Masuk Dari Maksiat Maupun Taat*

حظ النفس فى المعصية ظاهرٌجليٌّ، وحظها فى الطاعة باطن خفيٌّ ومدواة ما يخفى صعبٌ علاجهُ

_Andilnya hawa nafsu dalam perbuatan maksiat itu sangat jelas dan terang,  sedangkan andil nafsu dalam perbuatan taat (ibadah) itu halus dan samar, dan untuk mengobati yang samar itu itu sangat sulit penyembuhannya._

*Alhikam : Ibnu Athoillah*
 ________________________
*Stop Point*

Hawa nafsu itu selalu ambil bagian/peran baik dalam maksiat atau dalam taat(ibadah). Kepentingan nafsu dalam maksiat itu jelas, sperti zina, minum-minuman keras, dia jelas merasakan enaknya dan kepuasannya. Karena nafsu mengajak maksiat itu tujuannya hanya ingin merasakan kenikmatan dan kepuasan dan ahirnya terjadi bencana dan kehinaan.

Sedangkan bagian nafsu dalam taat/ibadah, sangatlah halus dan samar untuk diketahui dan disadari. Karena dalam taat/ibadah itu nafsu akan merasa berat, karena semua ibadah itu selalu bertentangan dengan hawa nafsu.

Jadi apabila nafsu memerintahkan untuk ibadah maka waspadalah! Dan telitilah apakah ada kepentingan nafsu didalam ibadah tersebut, taat dan ibadah seharusnya bertujuan mendekatkan diri kepada Alloh, tapi nafsu mempunyai kepentingan lain seperti Riya’(supaya dilihat/diketahui orang) bahwa dia orang yang ahli ibadah, yang selanjutnya orang lain memujinya, dan terkenal di kalangan manusia.

Maka kalau sudah dikenal dengan orang yang berjalan diatas kebaikan, sering seringlah menengok hati. Jangan jangan ada akar liar yang sudah menghujam mengakar dan menumbuhkan rumput kesombongan, riya, dengki, ingin dianggap paling benar.

Jika orang taat pun masih harus berjuang keras menjaga kejernihan hatinya, maka bagi kita yang kelasnya masih dibawah rata rata, harus ekstra keras ngelatih nafsu agar cenderung sama yg baik baik.

Caranya? Bagi pemula, PAKSAKAN. Lakukan yg berkebalikan dari keinginan naluri kemalasan, pembelaan diri, mencari yang mudah mudah tanpa usaha, dan biasanya berujung penyesalan.

Kalau ada kesempatan solat di awal waktu, meski nafsu membersitkan dalam diri : tanggung, sebentar lagi.. Maka lakukan berkebalikan dari itu. Segera sudahi altivitas lainnya, dan bergerak untuk solat tanpa fikir panjang.

Kalau ada kesempatan shaum sunnah, lalu nafsu membersitkan : emang kuat? Nanti malah gak optimal aktivitas lainnya.. Kan hanya sunnah.. Jangan memberatkan diri. Maka lawan bisikan itu, paksakan, niat lah shaum, bersahurlah.. Lalu tahan sekuat yg kita mampu.. Latih badan jiwa dan nafsu untuk ikut berpuasa. Sekira memang tidak kuat berbukalah. Lalu latih agar suatu saat bisa khatam sampai maghrib.

Kebaikan itu di level level terendah keimanan memang harus dipaksakan. Karna dengan memaksa, kita belajar memperjuangkan sesuatu. Dan iman adalah sesuatu yang sangat layak untuk kita perjuangkan.

Ayok lebih baik lagi.
Semoga kita disayang Alloh. Alloh dulu, alloh lagi, alloh terus.

_Akhuukum fillah 😊:_
_bit.ly/ekamology_
___
_*Hijrahmu ditunggu, baikmu dirindu*_
Muda, _newbie_ dalam Islam, pingin berubah lebih baik?
*Visit:*
*Instagram :* @ngopi.hijrah
*Youtube Channel:*
bit.ly/kejernihan
bit.ly/ngopi-hijrah
*Join Group:*
https://chat.whatsapp.com/K4Mfn6ToTLDDiiBsXHe5PT

0 komentar:

Posting Komentar