WHAT'S NEW?
Loading...

KEBAIKAN DI BALIK PEMBANTAIAN UMAT ISLAM DI NEW ZEALAND

Oleh : Ustadz Fathuddin Ja’far Lc, MA


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Dan boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah : 216)

Saudaraku yang dirahmati Allah...

Sejak kemarin Jumat berdarah di New Zealand, umat Islam sedunia berduka dan berkabung. Tak sedikit pula manusia sejak dari rakyat biasa sampai pemimpin negara yang mengutuk kekejaman yang tak kenal perikemanusiaan itu. Apalagi peristiwa yg merenggut nyawa 49 umat Islam dan puluhan lain luka-luka terjadi di dalam dua masjid saat mereka menunaikan ibadah shalat Jumat.

Semua yg merasa ada iman dan ukhuwah Islamiyah di dalam hatinya walau sebesar biji sawi pasti mengutuk dan membenci peristiwa tersebut.

Namun demikian, kita umat Islam tdk boleh tenggelam dalam kesedihan apalagi sampai menyesali kejadiannya. Karena di balik setiap peristiwa yang menimpa umat Islam pasti ada kebaikan yg Allah titipkan di dalamnya, termasuk peristiwa pembantaian umat Islam di New Zealand Jumat 15 April kemarin.

Seperti yg dijelaskan Allah dalam ayat di atas bahwa bisa saja kita membenci sesuatu, namun hal tersebut baik bagi kita.

Di antara kebaikan yang Allah titip dalam peristiwa tersebut ialah :

1. Bagi yang meninggal
Bagi yang meninggal in syaa Allah mereka meninggal dlm keadaan husnul khatimah. Meninggalnya pada hari Jumat, di dalam masjid/Rumah Allah, sedang beribadah dan taqarrub ilallah serta mati dalam keadaan dianiaya orang kafir. Secara zahir, in syaa Allah mereka meninggalkan dunia ini dalam kondisi terbaik dan termulia setelah meninggal di medan jihad fisabilillah. Setiap Mukmin/Mukminah pasti mengharapkan mati dlm keadaan husnul khatimah, bahkan mati syahid. Sbb itu banyak umat Islam yg mendoakan mereka mendapatkan kedudukan syahid di jalan Allah.

2. Bagi yang terluka
Bagi saudara-saudara kita yg terluka, Allah janjikan akan menghapus dosa-dosa mereka dan menjadikan setiap langkah dan perbuatan mereka serta semua kesakitan yg mereka rasakan sebagai amal shaleh yang akan mereka bawa ke akhirat kelak. Kita doakan semoga mereka sabar menghadapi cobaan ini dan segera pulih seperti sediakala, serta keluarga mereka sabar dan ridha pada takdir yg Allah tetapkan bagi mereka.

3. Bagi Umat Islam
Bagi Umat Islam, peristiwa yg menyayat hati tsb adalah bagian Tarbiyah Rabbaniyah, khususnya terkait mslh keimanan dan aqidah. Ia harus diterima sepenuh hati, ridha dan ikhlas. Karena, ajal kematian sepenuhnya di tangan Allah dan tak ada satupun makhluk di dunia ini yg bisa ikut campur, baik dalam memutuskan, mempercepat maupun mengundurkannya walau hanya sepersekian detik.

Sbb itu, kematian tdk ada kaitannya dgn sakit, perang, damai, di jalan atau di luar ruangan. Bahkan dalam ruang/tempat tinggi yg sangat kokoh sekalipun tdk akan berguna jika ajal sdh tiba. Krn kematian itu hanya terkait dg satu kata saja yaitu, AJAL. Sedangkan AJAL setiap saat siap mengejar kita pada saatnya tiba dgn sebab yg sudah ditentukan Allah. Allah jadikan ajal itu rahasia-Nya dan tak seorangpun yg tahu kapan ia mati dan di atas bumi mana ia mati.

Bagi kita umat Islam yg saat ini masih diberi Allah nikmat hidup di atas bumi ini, peristiwa mengerikan tsb bukti nyata bahwa mati husnul khatimah itu pilihan Allah bagi hamba-Nya yang memenuhi syarat dan menempuh jalannya. Di antaranya, membangun kebiasaan hidup dlm ibadah dan kebaikan.

Jadi, ada benarnya perkataan bahwa kita akan mati sesuai kebiasaan hidup yg kita bangun dan jalani. Jika hidup ini kita jalankan siang dan malam dlm frame ibadah kpd Allah dan amal shaleh dg niat ikhlas kdp-Nya, in syaa Allah kita akan meraihnya kendati kita mati di atas tempat tidur dlm keadaan sehat wal afiat. Apalagi jika kematian kita di tempat2 suci spt Masjid, medang jihad, majelis2 ilmu dan sebagainya.

Namun sebaliknya, jika hidup ini kita jalani penuh kelalaian dari zikrullah, jauh dari ibadah kpd Allah dan amal shaleh, kalaupun ibadah dan berbuat amal shaleh tapi tdk ikhlas lillahi ta'ala, maka harapan utk mati dlm keadaan husnul khatimah sulit kita dapatkan. Kecuali orang yg Allah kehendaki dg hikmah dan tujuan yg mungkin tdk bisa kita pahami.

Sebab itu, yg perlu kita rancang itu adalah kematian, bukan membangun sarana kehidupan spt rumah mewah dsb. Utk apa rumah mewah dan berbagai fasilitas hidup mewah lainnya jika lupa kematian dan blm mempersiapkan kematian agar husnul khatimah.

Maka yg perlu kita rancang itu ialah bagaimana kita mati husnul khatimah, bahkan mati syahid di jalan Allah. Caranya tak lain kecuali membersihkan iman dan aqidah kita dari hal-hal yg membatalkannya, membangun kebiasaan hidup dalam ibadah dan amal shaleh dgn ilmu yg shaheh, zikrullah yg banyak dan kontinu, mempertautkan hati dan diri dg Masjid/Rumah Allah, berinteraksi intensif dg Kitabullah dan sunnah Rasulullah serta bersahabat dg orang2 shaleh yg selalu mengajak kita hidup di jalan Allah.

Bagi umat Islam, peristiwa ini adalah hadiah yang mahal dari Allah. Betapa tidak? Lewat peristiwa ini, tidak sedikit umat Islam di seantero bumi yang bangun dari ketiduran panjangnya, bangkit dari kelalaiannya, sadar dari kealfaannya, mulai faham siapa musuh dan saudaranya, mengerti hakekat percaturan antara al-Haq dg al-Bathil, siapa sebenarnya yg merepresentasikan al-Haq itu dan siapa pendukung al-Bathil.

Tak sedikit yg mulai menyadari bahwa sebagian manusia yg Allah katakan sebagai "KAFIR" baik dari kalangan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani, maupun Musyrikin lainnya) itu adalah musuh mereka yg nyata. Sepanjang sejarah sudah tdk terhitung berapa puluh juta jumlah umat Islam yg mereka bantai, sejak dari Mekkah di awal dakwah Rasululllah, berlanjut di Madinah, Jazirah Arabia (Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Oman), negeri Syam (Palestina, Suriah, Jordania dan Libanon), Iraq, Yaman, Afrika, Amerika, Eropa khususnya Spanyol, Asia, wilayah Nusantara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Selatan Thailand/Fatani dan selatan Philipina/Bangsa Moro), Asia Selatan, Asia Tengah, India dan Cina.

Tak sedikit umat Islam mulai menyadari bahwa benturan, percaturan dan perang antara kelompok teroris di atas adalah bersifat abadi, yakni sampai hari kiamat. Di zaman Rasulullah masih hidup dan di zaman pemerintahan Islam Dunia masih eksis masih saja ada di antara mereka yg berani usil dan memerangi umat Islam, membantai dan menjajah negeri2 Islam serta memecahnya berkeping-keping, apalagi spt saat ini umat Islam bagaikan anak-anak ayam yg sedang kehilangan induknya; tercerai berai menjadi lbh 54 negara nasionalis yg lemah dan puluhan mazhab pemikiran Islam sedunia, peristiwa terorisme terhadap jamaah yg sedang shalat Jumat itu telah membangkitkan spirit ukhuwwah Islamiyah yg menembus batas2 teritorial ciptaan para teroris Eropa.

Sejak dari kecaman, doa yg dipanjatkan, ceramah dan khutbah yg disampaikan, shalat ghaib yg dilakukan, anjuran qunut nazilah yang disampaikan, berita pembantaian yg disebar luaskan, bahkan Presiden Turkey Recep Thayeb Erdogan stlh mengetahui peristiwa tsb langsung mengeluarkan pernyataan kerasnya, menelepon Pemimpin New Zealand meminta nama2 dan jaringan mereka yg terlibat dan hari itu juga mengirim Wakil Presiden dan Menlunya untk mengunjungi tempat kejadian dan umat Islam di sana.

Semua itu dapat kita pahami sebagai bukti nyata bahwa ukhuwwah Islamiyah di kalangan umat Islam bertambah subur dan menguat dan menembus batas2 wilayah tanah yg direkayasa kaum teroris Barat kolonialis sejak dua abad belakangan..

4. Bagi Islam
Kebaikan bagi Islam yg Allah rancang dari kejahatan tsb sangatlah jelas yakni, ini slh satu cara Allah menyebarkan agamanya lbh luas dan lebih cepat lagi di New Zealand khususya dan negeri2 Eropa lainnya yg sdg tersesat dari jalan yg benar, menderita berbagai penyakit batin akut spt paranoid, Islamophobia dan seterusnya.

Ada bbrp indikator kuat Islam akan berkembang lbh cepat dari sebelumnya di New Zealand khususnya:

1. Banyak masyarakat New Zealand yg bersedih dan shock mendengar dan melihat peristiwa terorisme atas umat Islam tsb. Mereka bersimpati dan ikut prihatin terhadap umat Islam di negeri mereka. Kondisi psikologis spt itu akan mendorong mereka utk mempelajari Islam dg serius. Sama halnya kasus gedung kembar WTC di New York thn 2001. Saking dahsyatnya fitnah direkayasakan kepada Islam dan umatnya, maka tdk sedikit masyarakat Amerika dan Eropa penasaran terhadap ajaran Islam. Lalu mereka mempelajarinya dan akhirnya sampai hari ini tdk kurang 200 orang Amerika masuk Islam setiap hari. Begitu juga di negara2 Eropa.

2. Sekarang sdh terbentuk kelompok2 dakwah yang akan menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat New Zealand, termasuk dakwah melalui medsos. Artinya, dakwah Islam di New Zealand akan meningkat dan lebih gencar berpuluh2 kali lipat dari sebelumnya dalam berbagai sisi.

Begitulah karakter Islam dan umatnya, semakin digencet dan ditekan akan semakin menggeliat dan bergerak. Inilah rahasia kekuatan Islam dan umatnya yg tdk dipahami oleh musuh2nya.

Kemurkaan, kejahatan dan fitnah yg mereka lancarkan thdp Islam dan umat Islam sama sekali tdk akan bisa memisahkannya di atas muka bumi ini. Bahkan merekalah yang mati dalam keadaan murka. Bahkan Islam akan tetap hidup sampai Allah hancurkan bumi dan alam ini dan Allah ganti dg alam lain bernama Akhirat.

Mari kita merenung sambil mentadabburkan ayat-ayat Allah dari surah Ali Imran di bawah ini :

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti. (118) Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, “Kami beriman,” dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, “Matilah kamu karena kemarahanmu itu!” Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (119) Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan. (120)

Allahu Akbar, kemenangan utk Islam dan kaum Muslimin

FJ/16/03/2019

0 komentar:

Posting Komentar