WHAT'S NEW?
Loading...

Merasa Kurang

بسم الله الرحمن الرحيم
*Kordinat Hari Ini*

_Semoga tetap dalam kerendahan hati dan terus membersamai jiwa _
*Merasa Kurang*

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْوَاحِدِ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ عِيَاضٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الْفَقْرِ وَمِنْ الْقِلَّةِ وَمِنْ الذِّلَّةِ وَأَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ
_
Telah mengabarkan kepada kami Mahmud bin Khalid ia berkata; telah menceritakan kepada kami Umar yakni Ibnu Abdul Wahid dari Al Auza'i ia berkata; telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Abdullah ia berkata; telah menceritakan kepadaku Ja'far bin Iyadl ia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:_
_"Berlindunglah kepada Alloh dari kefakiran, merasa kurang, kehinaan, berbuat zalim atau dizalimi."_
*HR. Nasai 5463 versi Maktabul Ma' aarif. Shohih*
___________

*Stop Point*
Sekaya apapun, kalau merasa kurang, nikmat yg terus berbilang terasa hilang.
Semiskin apapun, kalau merasa tercukupi, nasi ama sambel terasi aja terasa nikmat dan menggembirakan hati.

Hakekatnya kita semua ini faqir dimata Alloh (35:15). Jadi apapun yg dititipkan sama kita, sejatinya udah ditakar sama Alloh dan pasti cukup (6:151).

Urusannya bisa runyam kalo nda ngerasa cukup.. Biasanya jdi berbuat hina, bahkan dzholim. Menghinakan diri rela cari yg gak halal, n dzholim ngambil hak orang lain, lalu kita menghancurkan dan membiarkan diri kita kepada kerusakan dan kehancuran (2:195) .
Alih alih ngerasa sudah nimbun banyak, kalau bukan rezeki dan hak kita, ya nanti diambil lagi sama Alloh.

Makanya rumus kaya yg bener itu bukan menimbun, tapi memberi. Rumus kaya itu dari dulu bukan apa yg ada di tangan, tapi di hati. Rumus kaya seketika itu mudah : merasa cukup, maka mendadak kita akan kaya beneran.

Tapi kan kita harus merencanakan masa depan? Betul.. Tpi pertanyaannya.. Masa depan yg udah jelas itu apa? Kematian dan tempat akhir kita : either surga or neraka..
Sisanya? Ya cuma prediksi dan harapan kita yg kalau salah menyikapinya hanya akan membuat kita hidup tak tenang dan terus merasa tak cukup..

Mikirin nanti waktu tua gimana punya investasi? Lah wong besok mati muda aja bisa..
Mikirin nanti anak anak biaya sekolah gimana? Lah ngatur tumbuhnya rambut sendiri aja kita gak bisa.. Sok sok an ngatur gimana rezeki makhluk alloh di masa depan.. 

Lah terus jdi gak boleh rencanain masa depan? Ya mubah mubah aja.. Tpi jangan sampe kejebak sama cara fikir yg ngebuat tauhid kita luntur sama Alloh, trus malah jadi pelit, n sulit berkorban untuk agama Alloh.

Bilang gak diundang ke baitulloh, padahal nabung haji aja kaga. Padahal tiap hari beli rokok? See? Bukan begitu gaezz??
Semoga kita makin baik lagi.
Semoga kita disayang Alloh.
Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.
__________
_*Hijrahmu ditunggu, baikmu dirindu*_
Muda, _newbie_ dalam Islam, pingin berubah lebih baik?
*Visit:*
*Instagram :* @ngopi.hijrah
*Youtube Channel:*
bit.ly/kejernihan
bit.ly/ngopi-hijrah
*Join Group:*
https://chat.whatsapp.com/Bp80I3VYfRG0QZfNTg2MWf

0 komentar:

Posting Komentar