Data tabulasi C1 yang dibawa Saksi PKS saat pleno perhitungan suara di tingkat *kecamatan Sepong Utara* menjadi perhatian publik. Baik saksi maupun timses dari partai lain silih berganti mendekati saksi PKS untuk minta data tabulasi PKS dengan cara memfoto.
Enak banget yah mereka, tanpa merasa berlelah-lelah dengan enteng minta data 'mateng' dari saksi PKS. Mereka gak merasakan perjuangan dan pengorbanan para saksi PKS di tingkat TPS untuk mendapatkan form C1. Atas dasar ini, secara halus kami tolak permintaan mereka walau sekedar minta foto data tabulasi C1.
Ada juga yang mengapresiasi hasil data tabulasi C1 PKS, mereka mengakui profesionalitas data tabulasi PKS. "Ini baru keren, PKS memang profesional dalam hal data perolehan suara," kata pak Fauzi, Saksi 02 Capres Prabowo-Sandi.
Kepada pak Fauzi saya sampaikan, pak Fauzi bagaimana kita mau berjuang mengamankan perolehan suara pemilu kalau gak bawa data C1? Data C1 ini adalah senjata pamungkas saat kita bertarung di medan pleno. Bagaimana mau menyelamatkan suara kalau kita tidak punya data?
"Hahaha," pak Fauzi hanya menanggapi dengan tertawa.
Ini yang paling menggiurkan, tentang ujian integritas. Ada juga yang mencoba menyogok kecil-kecilan saksi PKS. Utusan caleg dari PD** diperintahkan untuk menemui saya usai penutupan sementara rapat pleno tingkat kecamatan.
Jam menunjukkan pukul 22.30 WIB waktu setempat, di bawah rintik gerimis dua orang utusan ini menemui saya di parkiran. Satu orang dari mereka mulutnya bau miras, mungkin habis 'nenggak' dulu sebelum menemui saya.
Kata utusan ini, mereka tidak boleh pulang sebelum ketemu saya, mereka mencoba merayu saya untuk dapat form C1 (walaupun cuma difoto) dengan imbalan nominal uang yang lumayan. Secara halus saya tolak permintaan mereka.
Masa demi nominal uang, saya harus mengorbankan perjuangan teman-teman saksi. Haha emang nya saya cowok apaan.
Sebelumnya, saat siang hari saya juga bertemu langsung dengan caleg inkumben dari "partai sebelah", caleg ini juga minta data tabulasi C1 PKS.
Dari salah satu timses mereka, dengan nada bercanda nyeletuk, "udah deeeh, nanti ada uang buat beli motor."
Saya hanya nyengir kuda di samping pak kusir yang sedang bekerja mengendali kuda supaya baik jalannya.
Begitulah, setiap perhelatan demokrasi, data C1 PKS selalu menjadi perhatian publik.
#SebuahKesaksian.
*Sumber : Grup Pecinta Ilmu dan Ukhuwah*
WHAT'S NEW?
Loading...
0 komentar:
Posting Komentar