WHAT'S NEW?
Loading...
Sampai Kapan Kalian Bohongi Mereka
Pesta demokrasi memang sudah berlalu, tepatnya seremony pemilihan oleh rakyat yang telah dilewati ditanggal 17 April, beberapa hari yang lalu. Akan tetapi bagi saya tanggal 17 April 2019 tidaklah jauh berbeda dengan tanggal tanggal pesta demokrasi yang sebelumnya.
Anda bisa melihat sebelum tanggal 17 April 2019, banyak sekali tokoh nasional menyerukan melalui media media baik cetak maupun online dengan mengusung tagline pemilu jurdil, pemilu tanpa politik uang serangan fajar. Akan tetapi pada kenyataannya sangat jauh dari apa yang diharapkan.
Geram saya mendengar ada orang yang membagikan uang 20 ribu, 50 ribu untuk merayu orang agar memilihnya. Ini menurut saya adalah sebuah kejahatan yang sangat luar biasa. Karena orang orang seperti ini yaitu mereka menggunakan money politik adalah sebenarnya orang orang pembohong.
Para pelaku money politik menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka. Kita juga tidak tahu uang dari mana yang mereka pakai.
Di Pasar Pasar Rakyat, di kampung kampung jauh disana, orang orang begitu senang mendapatkan uang senilai 20 ribu rupiah untuk sekedar memilih. Akan tetapi mereka tidak paham, bahwa dibalik semua itu seandainya orang orang licik seperti ini terpilih menjadi pemimpin dan wakil mereka di parlemen atau pun di pemerintahan dapat diperkirakan mereka akan membuat susah masyarakat.
Orang pembohong yang menipu rakyat hanya akan mementingkan kepentingan sendiri dan kelompok sendiri, perkara rakyat kecil susah, perkara rakyat kecil menderita itu lain soal. Karena dengan mudah mereka akan mengibaskan lembaran rupiahnya kelak jelang pemilu berikutnya.
Dan akhirnya mari kita simak sabda seorang manusia yang paling mulia dan sempurna, Nabi Muhammad Salallahu 'alahi wasalam :
إِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ وَلَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
Sesungguhnya dusta itu akan menyeret kepada al-fujur (kejahatan). Dan sesungguhnya tindak kejahatan itu akan menyeret menuju Neraka. Dan tidaklah seseorang itu sering berdusta dan sengaja untuk berdusta hingga akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta " ( HR. Bukhari Muslim)
semoga menjadi bahan renungan bersama.
Oleh Bang Farih
0 komentar:
Posting Komentar