WHAT'S NEW?
Loading...

Tip dan Trik Agar Generasi Milenial Tidak Kena Hoax




Generasi milenial dan hoax adalah dua hal yang harusnya bersinergi. Sinergi di sini adalah generasi milenial harus lebih aktif dalam memerangi hoax bukan malah sebaliknya. Generasi milenial sendiri adalah generasi muda yang memiliki tahun kelahiran 1980 – 2000-an. Nah, generasi ini adalah generasi yang banyak sekali mendominasi dalam bermedia sosial.


Tips agar generasi milenial tidak kena hoax


Generasi ini adalah paling banyak dan paling cepat merespon berita-berita yang ada. Namun apa jadinya dengan generasi milenial yang malah justru menyebarkan hoax atau kabar tidak benar? Tentu sangat disayangkan bukan?


Nah, berikut ini adalah tip dan trik generasi milenial tidak kena hoax.

Cek Narasumber

Jika kamu aktif memerangi hoax, pasti akan mengkroscek hasil dari berita yang ada. Semisal ada broadcast yang aneh dan cukup merisaukan, lebih baik dicek narasumber. Jangan terus menyebarluaskan ke grup lain yang tentu akan semakin berantai. Iya kalau berita tersebut hanya hal sepele, bagaimana kalau berita tersebut akan mengganggu ketentraman masyarakat? Generasi milenial dan hoax tentunya akan membuat masyarakat resah jika pesan bohong tersebut menyerempet ke arah yang sensitif di masyarakat.

Mengantisipasi Judul yang Provokatif

Biasanya pemilik web atau bahkan media online memasang judul yang sangat provokatif. Tujuannya sangat jelas, meningkatkan rasa penasaran dan jumlah viewers akan meningkat. Untuk itu, alangkah lebih baik jika kita membaca kontennya sebelum menyebarluaskan. Generasi milenial dan hoax adalah hal yang cukup sering dibahas. Untuk itu, sebagai generasi Y, harus berperang melawan hoax.

Baca Secara Keseruhan

Nah, penting sekali budaya baca itu dibiasakan. Jangan hanya membaca headline atau fotonya. Justru dengan Anda baca keseluruhan berita akan membuat hoax dapat diminimalisir.
Generasi milenial tentu tidak akan malas membaca. Anda juga bisa menyampaikan isi berita kepada teman atau kerabat yang terlanjur termakan hoax. Membaca itu pun belum lengkap. Biasanya kalau sumbernya tidak kredibel akan memberikan berita palsu, maka sebaiknya generasi milenial membaca di media online yang dapat dipertanggungjawabkan isi kontennya.

Jangan Hanya Melihat Foto dan Video Saja

Biasanya berita hoax akan menyajikan foto dan video yang tidak sesuai dengan isinya. Sebagai generasi milenial, tugasmu adalah tidak percaya begitu saja dengan foto dan video yang disajikan. Apalagi foto dan video tersebut aneh bahkan lebih ke pembohongan publik.
Jadi, intinya Generasi milenial dan hoax harus saling mengenali ya. Mengenali di sini artinya adalah generasi muda tahu apa ciri dari hoax atau berita bohong tersebut. Bukan berarti dengan ada foto dan video Anda langsung menganggap itu valid. Biasanya hal-hal seperti ini hoax terkait bencana alam. Ini sungguh sangat meresahkan masyarakat.

Jangan Buru-Buru Membagikan Berita

Biasanya bila ada broadcast tertentukita gatal ingin segera mengeshare ke grup atau sosial media. Padahal belum tentu itu adalah sebuah kebenaran. Jika Generasi milenial dan hoax diteruskan ketidakbenarannya, malah akan merugikan. Semakin banyak membagikan berita ke grup, dan begitu seterusnya akan mengakibatkan kefatalan berantai.

Kritis Tapi Cuek

Kritis namun cuek perlu dimiliki generasi milenial. Kita perlu kritis terhadap berita yang tidak benar dan mencari sumber yang lain. namun kita bisa cuek terhadap info yang sudah sangat jelas kebohongannya.


Itulah beberapa tips dan trip agar tidak kena hoax. Jangan sampai generasi muda malah sebagai penyebar dari berita bohong. Kita harus cerdas dan melek informasi. Cari tahu berita sebelum menyebarkannya.



[tim : milenial.info]
artikel boleh dishare dengan mencatatkan sumber




0 komentar:

Posting Komentar