Kakak kenapa tidak jujur kalau kakak mengambil mainan adek?
Adek kenapa sih kalau jajan tidak sesuai kesepakatan ayah dan bunda?
Kakak kan sudah janji mau belajar setelah main game, kenapa malah nonton TV?
Kakak belum tidur siang kenapa bilang ke ayah sudah tidur siang?
Kakak, Bunda yakin sekali itu bukan mainan kakak, kenapa kakak berbohong?
Assalamualaykum WarahMatullahii Wabarokaatuh
Para Ayah dan Para Bunda..
Perbuatan suka berbohong merupakan perbuatan yang sangat buruk. Agama Islam memberikan perhatian lebih terhadap karakter ini, mengapa?? karena berbohong adalah salah satu ciri dari kemunafikan, sifat yang sangat dibenci Allah.
Mengutip dari sebuah buku yang berjudul Tabuyatul Aulad Fil Islam atau Pendidikan Anak dalam Islam karya Prof. Abdullah Nasih Ulwan. Adalah sebuah Tugas wajib bagi Para Pendidik dan orang Tua untuk mencurahkan perhatian lebih kepada anak anaknya agar mereka terhindar dari perbuatan suka berbohong.
Dalam sebuah kutipan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dari Jalur Abdullah bin Amr bin Al Ash, Nabi mengatakan setidaknya ada beberapa point sebagaimana yang kami sebutkan ciri ciri dari sifat suka berbohong atau munafik dibawah ini :
- Apabila dipercaya dia khianat
- Apabila berbicara dia berdusta
- Apabila berjanji dia ingkar
- Apabila berbantah bantahan dia tidak terkendali
dan Juga di Hadist yang lain disebutkan bahwasannya :
"ada tiga macam orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat, tidak akan disucikan dan tidak akan diperhatikan. Mereka akan mendapat adzab yang pedih. Yaitu kakek kakek yang berzina, raja pendusta dan orang miskin yang sombong." ( Muslim).
Sedemikian bahayanya sebuah perbuatan dusta, jadi sudah sepatutnya bagi para pendidik dan orang tua menjauhkan didikannya dari sifat ini.
Lantas bagaimana agar anak tidak terjerumus menjadi anak yang suka berbohong?.
- yang pertama adalah memberikan teladan kepada anak didik, jangan para pendidik dan orang tua memberikan contoh tidak baik misalnya : hanya gara gara ingin mendiamkan anak orang tua rela berbohong dengan harapan anak jadi berhenti menangis. hal ini apabila sering dilakukan maka akan terbangun kebiasaan buruk terhadap perkembangan karakter anak.
- yang kedua adalah tidak berdusta dihadapan anak - anak sekalipun hanya sebuah candaan atau gurauan.
Misal Saat anda Para Orang Tua Berkata "Adek besok kalau sudah bisa bantu bunda berbenah mainan, Bunda mau belikan adek boneka barbie".
Nah saat Para Orang mengatakan itu berusahalah Para orang tua untuk menepati janji itu.
sumber tulisan buku Pendidikan Anak Dalam Islam Karya Prof. Abdullah Nasih Ulwan dengan beberapa penambahan pragraph.
oleh : milenial.info

0 komentar:
Posting Komentar