TAFSIR SURAT AL
MULK BAGIAN 10
DESKRIPSI
KEKUASAAN ALLAH
PADA SEEKOR BURUNG
NASH AYAT
أَوَلَمْ
يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ
إِلَّا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ (19)
·
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang
mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang
menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat
segala sesuatu. (QS.Al Mulk: 19)
TINJAUAN
BAHASA
الطَّيْرِ
Burung
صَافَّاتٍ
Mengepakkan sayap
وَيَقْبِضْنَ
Mengatupkan sayap
PESAN TERSIRAT DALAM AYAT
Burung-burung yang mengepakkan
sayapnya, tiada yang menahan atau melepaskan kepakan sayapnya melainkan Ar
Rahman, sedangkan orang-orang musyrik mengikari keberadaan Ar Rahman, mereka
tak menyadari bahwa mereka hidup dalam naungan Allah yang Maha Rahman. Kasih
sayang Allah begitu jelas, nampak nyata. Pada ayat ini Allah kekuasaan Allah
terlihat pada burung yang terbang dengan mengepakkan sayap-Nya, kepakan yang
teratur, terarah, tidak pernah saling bertabrakan antara satu sayap dan
lainnya. Namun mengapa masih saja ada orang yang enggan menyembah Allah?
Padahal jika mereka mau berfikir pada proses terbangnya seekor burung niscaya
disana terdapat tanda-tanda Allah Maha Pengasih dan Penyayang. ( Al
Jazairi, Aisar Tafasir, 401)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
أَلَمْ
يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرَاتٍ فِي جَوِّ السَّمَاءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ
إِلَّا اللَّهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Tidakkah mereka mengamati burung yang terbang di angkasa, Allah
lah yang mengendalikannya. Di balik itu ada tanda-tanda kekuasaanNya bagi
orang-orang yang beriman (QS.An-Nahl:79).
Kedua ayat berbeda diatas
sama-sama berbicara tentang binatang ciptaan Allah yaitu burung (
الطَّيرُ)
Ayat diatas juga menggunakan
ungkapan yang sama yaitu
أَوَلَمْ يَرَوْا
(
tidakkah mereka melihat)
Melihat disini sebenarnya bukan
hanya memperhatikan, namun lebih dari itu memperhatikan, meneliti dan mengambil
hikmah dari penciptaan Allah atas makhluk-Nya. “ Melihat” Sebuah ungkapan jelas
yang menunjukkan bahwa setiap orang bisa melihat fisik burung, anatomi dan
keindahan bulu maupun suaranya. Apalagi para kolektor burung piaraan yang
berharga sangat fantastis. Juga saat
seekor burung terbang diangkasa dengan cepat, meluncur deras, menerkam
mangsanya, seolah tak terpengaruh dengan
gaya gravitasi bumi, sangat cepat dan lihai.
Hikmahnya adalah ada sebuah
kekuatan Maha Besar Pengatur pergerakan
burung-burung tersebut, yang terbang
tinggi di angkasa, mengatur keseimbangannya sehingga bisa tetap melayang
diudara tidak jatuh. Siapakah yang mengatur itu semua? Jawabnya adalah Allah
Subhanahu wa taala.
Karena Allah Yang Maha Mengetahui
bagaimana menciptakan Makhluk dan bagaimana mengaturnya (Tafsir An Nasafi,
3/515)
Seolah Allah juga ingin
menggambarkan, sebagaimana Dia bisa membuat keadaan burung di udara sesuai
dengan keinginan-Nya, seperti juga Dia bisa mengazab kaum kafir atas
pembangkangan mereka. ( Tafsir Jalalain,1/756)
0 komentar:
Posting Komentar