WHAT'S NEW?
Loading...
KEUTAMAAN ILMU, MENURUT IMAM-AL GHAZALI
Berikut ringkasan keutamaan Ilmu dalam Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Abu Hamid Al Ghazali:
1. Orang berilmu bersama malaikat bersaksi atas Keesaan Allah
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. Al Imran:18)
Berdasarkan ayat ini, Allah bersaksi atas diri-Nya, lalu malaikat dan orang-orang berilmu (para nabi dan orang mukmin) dan mereka adalah golongan mulia yang bersaksi atas Ke-Esaan Allah, tiada kemuliaan selain dari kemuliaan yang disebutkan Allah (Tafsir As Sa’di,1/124)
2. Orang berilmu ditinggikan derajatnya
Firman Allah:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا منكم والذين أوتوا العلم درجات
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Al Mujadilah:11)
Menurut Ibnu Abbas, derajat orang berlimu dari orang beriman adalah 700 derajat, jarak antar derajat sejauh perjalanan 500 tahun.
3. Orang yang menuntut ilmu, akan dimudahkan jalan menuju surga
Sabda Nabi:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barang siapa menempuh jalan menuju Ilmu, maka Allah akan mudahkan jalan menuju surga”. (HR. Muslim)
4. Nabi Sulaiman bin Daud diberikan pilihan antara harta, ilmu dan kekuasaan, lalu Nabi Sulaiman memilih ilmu, kemudian Allah berikan harta dan kekuasaan semua tunduk dibawahnya.
5. Orang akan sakit bahkan bisa mati, bila tak makan dan minum tidak juga berobat, begitu juga hati manusia, hati akan mati jika tidak mendapatkan ilmu dan hikmah selama tiga hari berturut-turut.
6. Ibnu Abbas berkata,” Tiada malam yang lebih aku sukai, selain menelaah ilmu”
7. Al Hasan berkata ketika menyikapi doa:
{رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حسنة} إن الحسنة في الدنيا هي العلم والعبادة وفي الآخرة هي الجنة
“ Kebaikan dunia adalah ilmu dan ibadah, sedangkan kebaian akherat adalah surga”
8. Orang yang berilmu wajahnya tampak berseri dan tampan, begitu disampaikan oleh Ibnu Abi Mulaikah:
ما رأيت مثل ابن عباس إذا رأيته رايت أحسن الناس وجهاً وإذا تكلم فأعرب الناس لساناً وإذا أفتى فأكثر الناس علماً
“Aku tidak melihat orang seperti Ibnu Abbas, jika aku melihatnya, dia paling bagus wajahnya, jika berbicara, lisannya paling fasih, jika berfatwa, ilmunya paling banyak”
9. Ibnul Mubarak berkata,” Aku heran, orang yang tak berilmu, apa mungkin ia akan mencapai kemuliaan?”
10. Atha bin Rabbah berkata, “Satu majelis Ilmu menghapuskan 70 majelis canda sia-sia”
11. Para Malaikat bahkan binatang dan ikan dilaut mendoakan orang yang menuntut ilmu
12. Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalir pahalanya meskipun ia sudah meninggal dunia
13. Ilmu itu lebih baik dari dunia dan seisinya
14. Tidak layak bagi orang jahil untuk diam tak bertanya, dan tak layak bagi orang alim untuk diam atas kemunkaran.
15. Ilmu adalah kekayaan tersimpan, dan kuncinya adalah bertanya.
16. Matinya orang alim lebih berat, Umar bin Khatttab berkata:
موت ألف عابد قائم الليل صائم النهار أهون من موت عالم بصير بحلال الله وحرامه
“Matinya 1000 ahli ibadah yang rajin shalat malam, puasa di siang hari, lebh ringan dari matnya seorang alim yang tahu halal dan haram”.
17. Muadz Bin Jabbal berkata:
تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلَّهِ خَشْيَةٌ وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ وَمُدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ وَالْبَحْثَ عَنْهُ جِهَادٌ وَتَعْلِيمَهُ مَنْ لَا يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ وَبَذْلَهُ لِأَهْلِهِ قُرْبَةٌ وَهُوَ الْأَنِيسُ فِي الْوَحْدَةِ وَالصَّاحِبُ فِي الْخَلْوَةِ والدليل على الدين والمصبر على السراء والضراء والوزير عند الأخلاء والقريب عند الغرباء ومنار سبيل الجنة
“Pelajarilah ilmu, Jika engkau belajar karena Allah nilainya ibadah, mengulang-ulangnya adalah tasbih, mencarinya adalah jihad, mengajarkan kepada yang belum tahu adalah sedekah buat pemiliknya, ilmu adalah teman dikala sendiri dan kesunyian, ilmu adalah petunjuk agama, menjadikan sabar atas kebaikan dan keburukan, orang berilmu menjadi penasehat diantara saudara, sahabat ketika terasing dan pelita jalan menuju surga”.
Sumber: Kitab Ihya Ulumuddin, Abu Hamid Al Ghazali (505 H) (Beirut: Darul Ma’rifah, Juz 1/ 1-9)
والله أعلم
18/07/2019
Abu Nawa, Lc
0 komentar:
Posting Komentar