WHAT'S NEW?
Loading...

Niatnya Akan Bubarin Pengajian, Pemuda Ini malah dapat Hidayah Menjadi Pemuda Anshar

Gambar Ilustrasi


Pemuda ini benar - benar telah menjadi Barisan Serba Guna barisan umat Islam, Ia menjadi salah satu icon terbaik Pemuda Anshar. Ia Bijak, Cerdas, Tangkas dan Kuat serta memiliki perawakan yang Gagah. Hatinya bersih dari hasad. Ia Menjadi Pasukan di Garis depan disetiap pertemupuran, ia menjadi wakil kaumnya saat musyawarah besar berlangsung, ia pun siap menjadi pengadil saat ia ditunjuk.

Yuk gaess disimak jalan ceritanya.

Dengan membawa Tombaknya yang tajam ia berlari menuju sebuah tempat dimana sedang berlangsung pengajaran Agama Tauhid, Islam. Tubuhnya yang tinggi besar dan wajahnya yang rupawan kian menambah aroma bak seorang jenderal di masanya. Tujuannya hanya satu membubarkan pengajian.

Dia adalah Sa'ad bin Mu'adz. Seorang tersohor dikaumnya, pemimpin tertinggi di kaumnya. Ia tidak rela dengan adanya agama baru yang sedang diajarkan di kampung halamannya.

Jalan nya menggapai hidayah sangat unik, iya datang dengan kemarahan puncak, namun lunglai lemas saat berhadapan dengan untaian kata bijak penuh hikmah mushab bin umeir.

Tombak nya yang sejatinya menjadi pelatuk untuk membubarkan halaqah atau pengajian sahabat muadz bin umeir radiyalahuanhu ia lepas dan tancapkan. Hatinya benar benar terenyuh dengan kata kata hikmah dari ayat suci Al Quran yang disampaikan oleh Sahabat Muadz bin Umeir Radiyallahuanhu. Tidak menunggu lama Dia memeluk islam. Lalu seluruh kaumnya laki dewasa, perempuan Dewasa , anak - anak juga memeluk islam karena kecintaan dan rasa hormat mereka kepada Saad bin Muadz.

Dimasa awal hijrahnya para sahabat dari kota mekah menuju Yatsrib atau madinah, Saad bin muadz bin Umeir Radiyallahuanhu sebagai salah satu tokoh pemuda anshar, berinisiatif Membukakan pintu lebar - lebar saat golongan muhajirin datang dari kota mekah. Ia memberikan akses terhadap semua kekayaannya untuk dimanfaatkan kaum Muhajirin. Ia seolah tidak berhitung dengan hartanya, inilah yang terjadi ketika akidah yang tertanam di dada seorang muslim sudah menghujam kuat sehingga sangat mudah baginya mengeluarkan hartanya dijalan Allah.

Perannya sebagai pemuda anshar pendukung dakwah Nabi tidak berhenti disitu saja. Saat akan berlangsung perang badar, dengan kecerdasaan dan keberaniannya, tanpa ragu ia mendukung penuh Nabi untuk berjihad melawan Musrikin Quraish. Ia benar benar menjadi icon pemuda anshar di masanya.

Kisah heroiknya saat perang Uhud adalah ketika ia terang terangan membentengi Nabi dari gempuran Kafir Quraish. Ia tidak mempunyai rasa takut sama sekali padahal kondisi pasukan islam saat itu sedang terdesak mundur oleh serangan pasukan berkuda khalid bin walid.

Saad bin muadz meninggal 1 bulan setelah perang khandaq. Mengalami luka akibat lemparan panah pasukan Quraish. Sakit yang dideritanya akibat itu menghantarkan ke jalan kesyahidannya.

Pada waktu kematian Sahabat Sa’adz bin Muadz, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, kematian Sa’ad telah membuat Arys Allah terguncang.”

Nabi Muhammad Sholallahualaihi wassalam dalam setiap kesempatan saat menjenguknya selalu mendoakan Sa’adz bin Muadz ketika ia sakit, karena nabi sangat mencintai Sa’adz bin Mu’adz.

Sebelum kesyahidannya, Sahabat Sa’ad bin Mu’adz bin Umeir Radiyallahuanhu dipercaya menjadi Hakim yang mengadili penghianatan Bani Quraidhah. Keputusan yang diambil Sa’ad bin Mu’adz Radiyallahuanhu mendapat persetejuan penuh dari nabi Nabi Muhammad Sholallahualaihi wassalam

Begitulah Jalan kehidupan mulia Sa’adz bin Muadz Radiyallahuanhu beliau benar benar menjadi Barisan Serbaguna di barisan pemuda Anshar yang selalu setia kepada Rasul dan Tuhannya Hingga menjelang akhir hayatnya.






oleh : milenial.info

0 komentar:

Posting Komentar