Oleh Ustadz Hepi Andi Bastoni
1. Berniat.
2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
3. Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang sambil dijaharkan sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901).
4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
11. Tasyahud.
12. Salam.
#kajianislam #keluargaislam #sunnah #yukngaji #keluargaislam #sejarahnabi #kajiansunnah #cintaquran #masjid #masjidkita #hepiandibastoni #kajiansirah #hijrah #islam #kajianzuhur #sahabatsubuh #sirahshahabat #belajarsirah #pusatkajiansirah #sirahnabawiyah
@kajiansiroh
@kajianustadzadihidayatlcma
@kajianmusawarah
@kajianbogor
@kalamtv.id
@masjidmahabbaturrasul
@masjidacademy
@anakkajian.bogor
@salimafillah
@hanan_attaki
@anakkajian.bogor
WHAT'S NEW?
Loading...

0 komentar:
Posting Komentar