WHAT'S NEW?
Loading...

Bagaimana Agar Tidak Terjerat Hutang - Bagian 1


sumber gambar jolyday[.]com

Hidup di jaman ini sepertinya sudah akrab telinga kita dengan kata kata hutang, kredit, cicilan perbulan, kredit tanpa agunan, nunggak cicilan sampai kata-kata debt kolector. Para sobat bisa lihat kan, dimana mana banyak sekali pihak  menawarkan berbagai tawaran menggiurkan seputar hutang yang dikemas dengan segala bujuk rayu manisnya. Ada yang menawarkan kemudahan belanja dengan Kartu Kredit, Ada juga yang menawarkan pinjaman uang tanpa Agunan, dan ada juga yang menawarkan peminjaman uang dengan bunga mulai dari 1 persen sampai 10 persen.
Nah sobat milenial, tahukah para sobat kalau agama kita, yakni Islam memiliki perhatian yang sangat serius terhadap permasalahan hutang. Bahkan saking sangat seriusnya, hutang itu bisa menjadi penyebab orang yang harusnya bahagia diakhirat menjadi sengsara sekiranya saat didunia ia tidak menyelesaikan hutangya kepada pemberi hutang... sereem.

Dalam sebuah hadist di katakan bahwa Nabi Muhammad Sholallahualaihi Wassalam bersabda :

“ Sesungguhnya si Fulan tertahan dari masuk surga oleh hutangnya, maka jika kalian mau tebuslah ia (dengan melunasi hutangya) dan jika kalian mau, serahkan ia kepada adzab Allah” ( Hadist Riwayat Nasai dengan sanad Hasan) “.
dan juga yang isinya

dan ada pula hadist :

“Semua kesalahan seseorang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutangnya” ( Hadist Riwayat Muslim ).

Sobat Milenial, dari dua hadist diatas ada pelajaran yang bisa sama sama kita petik, yakni bahwasannya permasalahan hutang teryata bukanlah permasalahan yang sepele, simple dan sederhana. Tapi hutang itu adalah sebuah permasalahan yang serius yang seyogyanya menjadi perhatian bagi kita sebagai seorang muslim.

Sobat milenila, ada sedikitnya Tiga Belas Pesan yang saya dapatkan dari sebuah buku berjudul “ Hatta La Taghriq Fi Ad-Duyyun” karya Syaikh ‘Adil bin Muhammad Al Abdul Ali – Yahya Tengku, yang artinya agar tidak terjerat hutang.

Lalu apa saja Pesan - Pesan yang ditulis oleh Syaikh karya Syaikh ‘Adil bin Muhammad Al Abdul Ali – Yahya Tengku dalam bukunya itu?

1. Tidak Berhutang kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.

Dewasa ini banyak kita melihat begitu maraknya saudara – saudara kita begitu mudahnya berhutang untuk sesuatu hal yang tidak bisa dikatakan darurat. Misal orang rela menanggung hutang hanya sekedar ingin memiliki sebuah HP yang Keren dan Modis, padahal kalau dia mau bersabar seharusnya dia bisa memiliki HP yang dia inginkan dengan menabung terlebih dahulu. Ada juga orang yang begitu gampang berhutang kepada temannya untuk membeli barang barang elektronik, padahal tanpa barang barang elektronik itu pun dia bisa hidup.

Coba kita simak bagaimana  Rasulullah memberi kita pelajaran tentang hutang. Beliau memang pernah berhutang, tetapi hutangnya beliau bukanlah untuk membeli perhiasan emas ataupun sebuah kereta kuda apalagi hutang untuk sekedar membeli baju, Nabi Muhammad  sholallhu ‘alaihi wassalam berhutang adalah karena terpaksa yaitu beliau tidak mempunyai makanan dirumahnya, dan beliau harus memberikan perisai besinya sebagai atas hutangya.

2. Saat kamu berhutang, Ingatlah selalu kepada Allah Ta’ala.

Sebagai seorang mukmin yang baik, maka sudah seharusnya saat kita mempunyai hutang maka harus beritikad baik meyelesaikan tanggung jawab itu.

3. Janganlah berhutang karena hutang dapat membuatmu menjadi gelisah dimalam hari dan merasa terhina di siang  hari.
Selalu muncu rasa tidak enak saat kita bertemu dengan orang yang memberikan pinjaman kepada kita, apalagi saat tiba waktu pembayaran hutang kita belum mampu membayarnya. bisa jadi cacian hinaan keluar dari mulutnya, tentu ini sesuatu yang menyakitkan bukan, diri kita merasa terhina, padahal kalau diawal kita tidak berafsu dengan hutang yang mana kita tidak terlalu butuh dengan nya, tentu tidak menjadikan diri kita terhina dan gelisah akibat hutang itu. ( bersambung … )


milenial.info



0 komentar:

Posting Komentar