Dalam Bahasa Arab, kata فسد-يفسد- فاسد artinya rusak. Kata fasid bisa digunakan untuk hal fisik atau non fisik, seperti rusaknya keyakinan atau pemikiran. Contoh qiyas fasid yang dilakukan Iblis adalah dalam ayat:
قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Berkata iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah“ (QS. Al-A’raf:12)
Menurut para ulama Ushul fikih qiyas atau perumpamaan yang dilakukan iblis adalah fasad al itibar (penjelasan yang rusak). Sehingga premis dan konklusi hasilnya tidak benar.
Coba banyangkan iblis mengatakan, “Aku diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Api lebih baik dari tanah, benarkah?
Sifat api adalah panas dan membakar apapun yang dilemparkan kedalamnya, ambillah sebutir biji lalu lemparkan ketengah api yang sedang membara, apa yang akan terjadi? Maka dalam sekejap biji itu terbakar, dan hangus.
Sifat tanah adalah tempat tumbuh tanaman, coba lemparkan biji-bijian ketanah, lalu timbun, tunggu beberapa hari maka biji tersebut akan tumbuh dan kelak menjadi pepohonan rindang dan bermanfaat.
Jadi qiyas iblis yang menganggap dirinya yang terbuat dari api lebih baik dari Nabi Adam yang terbuat dari tanah, jelas rusak dan tertolak!. (Athiyah Salim, Syarah Arbain Nawawi, 75/3)
Abu Nawa, Lc
29/8/2019
0 komentar:
Posting Komentar