WHAT'S NEW?
Loading...

I'rab Hadits Puasa 'Asyuro - Belajar Bahasa Arab


I'rab Hadits Puasa 'Asyuro

Oleh : Ustadz Muhammad Fathoni Al Falimbani

Sahabat Koin Arab, jangan lupa ya untuk berpuasa 'Asyuro  pada hari Selasa, 10 September 2019. Tentu saja, akan lebih baik jika juga berpuasa pada hari Tasu'a yakni hari Senin.

Adapun dari sisi Bahasa Arab, akan lebih pas jika kita juga meng- i'rob hadits tentang keutamaan puasa 'Asyuro ini.



وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

(Rasulullah ﷺ ) ditanya tentang puasa di hari Asyura, maka beliau menjawab : “Puasa Asyura itu (dengan izin Alloh ﷻ) akan menghapuskan (dosa) setahun yang lalu”

(Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/818-819, Abu Daud 2425, Ahmad 5/297, 308, 311, Baihaqi 4.286, 300 Abdurrazaq 4/284, 285)

Pola kalimat :

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ
Wawu isti'naf + Fi'il (+ Na'ibul Fa'il) + Huruf Jar + Isim majrur + Mudhof ilayh + Mudhof ilayh

فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
... + Huruf athof + Fi'il  (+ Fa'il) + Maf'ul bihi [ Fi'il (+ Fa'il)  + Maf'ul bihi + Na'at  ]

📝 I'rab 📝

1. وَ  : (tidak perlu diterjemahkan)

📖 حَرْفُ اسْتِْنَافٍ مَبْنِيٌّ  عَلَى الْفَتْحِ لَا مَحَلَّ لَهُ مِنَ الْإِعْرَابِ

ℹ Huruf isti'naf yang Mabni di atas Fathah yang tidak berkedudukan dalam i'rob

✍ _Huruf  isti'naf digunakan untuk memulai ungkapan baru  dimana susunan kalimat sebelum huruf tsb telah sempurna dan selesai, kemudian dimulailah kalimat baru. Dalam hal ini, tidak terdapat hubungan i'rob antara kalimat sebelum huruf tsb dan kalimat setelahnya

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

2. سُئِلَ : ditanya
✍ Bentuk kata kerja pasif dari  سَأَلَ -  يَسْأَلُ

✍ Tashrif lengkapnya :
 سَأَلَ -  يَسْأَلُ - سُؤَالاً  / تَسْآلاً - سَائِلٌ  -  مَسْئُوْلٌ - اِسْأَلْ / سَلْ - لَا تَسْأَلْ


📖 فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُوْلِ  مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ

ℹ Fi'il madhi, Mabni lil majhul (yang dibentuk untuk kata kerja bentuk pasif), Mabni' (harokatnya tetap) di atas Fathah

📖 وَنَائِبُ فَاعِلِهِ ضَمِيْرٌ مُسْتَتِرٌ  جَوَازًا تَقْدِيْرُهُ "هُوَ" يَعُوْدُ عَلَى "رَسُولِ اللَّهِ ﷺ"

ℹ Naibul fa'ilnya adalah dhomir mustatir jawaazan (kata ganti yang boleh disembunyikan) yang diperkirakan adalah هُوَ yang maknanya kembali pada Rosululloh ﷺ

✍ Kata kerja pasif dalam bahasa Arab disebut sebagai fi'il majhul yakni fi'il dimana fa'il/pelakunya bersifat majhul/tidak diketahui atau sengaja disembunyikan dalam kalimat

✍ Dalam i'rob di atas terdapat 2 istilah mabni dimana :

💡 kata mabni yang pertama merupakan istilah shorof yang merujuk pada makna "yang dibentuk" (isim maf'ul dari بَنَى)

💡 kata mabni yang kedua merupakan istilah nahwu & i'rob yang merujuk pada makna "kata yang tetap/tidak berubah harokat akhirnya"

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

3. عَنْ : tentang

📖 حَرْفُ جَرٍّ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُوْنِ لَا مَحَلَّ لَهُ مِنَ الْإِعْرَابِ

ℹ Huruf jar, Mabni, Sukun, Tidak berkedudukan dalam i'rob

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

4. صَوْمِ : puasa

✍ Mashdar dari fi'il صَامَ - يَصُوْمُ  (Bentuk lain mashdarnya adalah صِيَامٌ)

✍ Tashrif lengkapnya :
 صَامَ - يَصُوْمُ - صَوْمًا / صِيَامًا - صَائِمٌ - * - صُمْ - لَا تَصُمْ

NB : Tidak ada bentuk isim maf'ulnya karena صَامَ adalah fi'il lazim/intransitif

📖   اِسْمٌ مَجْرُوْرٌ بِ(عَنْ) وَعَلَامَةُ جَرِّهِ كَسْرَةٌ ظَاهِرَةٌ فِيْ آخِرِهِ وَهُوَ مُضَافٌ
ℹ Isim majrur karena عَنْ, Kasroh, Mudhof

📖 وَالْجَارُّ وَالْمَجْرُوْرُ (عَنْ صَوْمِ ) مُتَعَلِّقٌ بِالفِعْلِ ( سُئِلَ ) 
ℹ Frase huruf jar dan isim majrur ( عَنْ صَوْمِ )  terkait dengan fi'il ( سُئِلَ )

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

5. يَوْمِ : Hari

📖 مُضَافٌ إِلَيْهِ مَجْرُوْرٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ كَسْرَةٌ ظَاهِرَةٌ فِيْ آخِرِهِ وَهُوَ مُضَافٌ
ℹ Mudhof ilayh, Majrur, Kasroh, Mudhof

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

6. عَاشُورَاءَ : Asyuro'

📖 مُضَافٌ إِلَيْهِ مَجْرُوْرٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ فَتْحَةٌ نِيَابَةً عَنِ الْكَسْرَةِ لِأَنَّهُ اسْمٌ الَّذِيْ لَا يَنْصَرِفُ

ℹ Mudhof ilayh, Majrur, tandanya dengan Fathah sebagai pengganti Kasroh (karena ia merupakan isim ghoyru munshorif)

✍ Kata عَاشُورَاءُ merupakan isim ghoyru munshorif karena berakhiran alif ta'nits mamdudah sebagai 'illat/sebabnya

✍ Kata عَاشُورَاءُ berasal dari اَلْعَاشِرُ (kesepuluh) yakni mengacu pada hari yang kesepuluh pada Bulan Muharram. Dari kata inilah asal istilah Bulan Suro' di sebagian masyarakat sebagai penamaan Bulan Muharram

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

7. فَ  : maka
📖 حَرْفُ عَطْفٍ مَبْنِيٌّ  عَلَى الْفَتْحِ لَا مَحَلَّ لَهُ مِنَ الْإِعْرَابِ

ℹ  Huruf athof, Mabni, Fathah, Tidak berkedudukan dalam i'rob

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

8.  قَالَ : berkata

✍ Tashrif lengkapnya :
قَالَ - يَقُوْلُ - قَوْلاً / قَالاً / قِيْلاً  / قَالَةً - قَائِلٌ - مَقُوْلٌ - قُلْ - لَا تَقُلْ

📖 فِعْلٌ مَاضٍ  مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ

ℹ Fi'il madhi, Mabni' (harokatnya tetap), di atas Fathah

📖 وَفَاعِلُهُ ضَمِيْرٌ مُسْتَتِرٌ  جَوَازًا تَقْدِيْرُهُ "هُوَ" يَعُوْدُ عَلَى "رَسُولِ اللَّهِ ﷺ"

ℹ Fa'ilnya adalah dhomir mustatir jawaazan (kata ganti yang boleh disembunyikan) yang diperkirakan adalah هُوَ yang maknanya kembali pada Rosululloh ﷺ

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

9. يُكَفِّرُ : menghapuskan
✍ Tashrif lengkapnya :
 كَفَّرَ -  يُكَفِّرُ - تَكْفِيْرًا - مُكَفِّرٌ - مُكَفَّرٌ - كَفِّرْ - لَا تُكَفِّرْ

📖 فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَرْفُوْعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى آخِرِهِ

ℹ Fi'il mudhori', Marfu', Dhommah

 📖 وَفَاعِلُهُ ضَمِيْرٌ مُسْتَتِرٌ  جَوَازًا تَقْدِيْرُهُ "هُوَ" يَعُوْدُ عَلَى "صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ"

ℹ Fa'ilnya adalah dhomir yang boleh tersembunyi yang diperkirakan adalah هُوَ yang maknanya kembali pada Puasa Hari 'Asyuro

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

10. اَلسَّنَةَ : setahun

 📖 مَفْعُوْلٌ بِهِ مَنْصُوْبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ  ظَاهِرَةٌ فِيْ آخِرِهِ
 ℹ Maf'ul bihi, Manshub, Fathah

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

11. اَلْمَاضِيَةَ : yang lalu

✍ Bentuk mu'annats dari اَلْمَاضِيُ  yang merupakan isim fa'il dari fi'il مَضَى - يَمْضِي  (yang bermakna "telah berlalu/selesai")

✍ Kata اَلْمَاضِيُ merupakan isim manqush dimana saat nakiroh/tanpa alif lam maka bentuknya adalah  مَاضٍ 

✍ Tashrif lengkapnya :
 مَضَى - يَمْضِي - مُضِيًّا - مَاضٍ - مَمْضِيّ - اِمْضِ - لَا تَمْضِ

📖 نَعْتٌ لِمَفْعُوْلٍ بِهِ مَنْصُوْبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ  ظَاهِرَةٌ فِيْ آخِرِهِ
 ℹ Na'at untuk Maf'ul bihi, Manshub, Fathah

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

📖 وَالْجُمْلَةُ مِنَ الْفِعْلِ وَالْفَاعِلِ (يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ) مَقُوْلُ الْقَوْلِ فِيْ مَحَلِّ نَصْبٍ مَفْعُوْلٌ بِهِ
ℹ Kalimat yang berpola fi'il dan fa'il (يُكَفِّرُ dst) merupakan maqulul qoul  yang berkedudukan i'rob nashob sebagai Maf'ul bihi

✍ Maqulul qoul merupakan kalimat yang berada setelah fi’il قَالَ atau fi’il lain yang semakna sehingga merupakan materi yang diucapkan

📓📔📒📕📗📘📙📚📖

والله أعلم

Semoga bermanfaat
Muhammad Fathoni Al Falimbani

••••✿❁✿•••✿❁✿•••••

KOIN ARAB
KOsakata & INformasi bahasa Arab
Menuju Indonesia Melek Bahasa Arab (MIMBAR)

🌐  Telegram (TG) Channel   t.me/KoinArab
🌐 https://www.facebook.com/KoinArabOK/

🤝  Grup Materi Whatsapp Ikhwan, silahkan klik
https://chat.whatsapp.com/8IVJOEHMyjkK3MHYiCYwlI


👉 Pertanyaan & diskusi, dapat dilakukan di grup Diskusi Koin Arab Ikhwan

https://chat.whatsapp.com/C1i1FWVf9LZ2nJplP8goW0

Atau hubungi admin ikhwan di +62 812-2025-2167

👉 Untuk grup materi & diskusi akhwat, sila japri ke  +62 896-3662-4984

Ayo sebarkan postingan ini agar Indonesia makin melek Bahasa Arab !

0 komentar:

Posting Komentar