WHAT'S NEW?
Loading...

Anak-anak Kita Bukan Milik Kita, Mereka Hanya Titipan

Bismillah..

Kemarin, anak2 SD saling bercerita tentang anak Tk B Qof yang meninggal, namanya Kenzi. Kaiya yang merasa itu temannya menyanggah, kata Kaiya, temannya masih sakit, belum masuk sekolah, bukan meninggal.

Hari ini baru dapat kabar, Kenzi ternyata benar2 meninggal, malam ahad kemarin. Diingat2 waktu sakitnya barengan sama cumamas Kenzie, demam 5 hari, bolak-balik ke dokter tapi ga tertolong.

Kematian, tak salah sebagai sebaik-baik nasihat. Ternyata anak2 kita, yg dikandung sejak masih berupa segumpal darah, tumbuh dalam rahim sedikit demi sedikit sampai 9 bulan, tiba saatnya dilahirkan. Sepanjang kehamilan para ayah sibuk menjaga istrinya, kondisi lahir batinnya, memastikan bayi dlm kandungan tumbuh dgn baik dan ibunya sehat. Melahirkan dgn darah dan keringat juga air mata, di sisinya ayah berjuang agar semua baik2 saja, menyiapkan segalanya, kesabaran yg banyak mendukung istri yg kesakitan dan lelah, menyiapkan energi ikutan begadang menemani datangnya deraan kontraksi, menyiapkan finansial agar dapat melahirkan tanpa khawatir biaya. Semua dilakukan utk buah hati tercinta.

Tetap saja, anak adalah titipan. Untuk dicintai sepenuh jiwa raga, diajarkan sebaik-baiknya, dipenuhi kebutuhan lahir batinnya. Anak2 tetap bukan milik ibu ayahnya.

Mereka tumbuh dgn indah. Matanya yg tetap jernih dan membulat saat mendengar orang tuanya bercerita, tangan kecil mereka sibuk beraktivitas, bermain, memperagakan doa2, berhitung, menyentuh pipi dan rambut ibunya tak bosan2, mengambil makanan sana sini memasukkan ke mulut, dsb. Mulut tak henti bercerita tentang perasaan mereka, tentang harapan2 mereka, tentang temannya, berdoa, bernyanyi, bahkan menghibur saat melihat orang tua mereka bersedih. Belum lagi kaki kecil mereka yg tak henti berlari, menendang bola, lompat2, menendang2, memanjat2. Semua keindahan itu, bukan milik kita.

Kita merangkul mereka sebanyak yg kita mau, kita orang tua mereka, menciumi mereka sampai puas, mengelus rambut mereka, menbiarkan mereka duduk di pangkuan saat kita berdoa, tetap mereka hanya titipan.

Betapa lemahnya kita manusia, para orang tua, kita tak benar-benar memiliki anak2 kita. Oleh sebab itulah, tak boleh kita berhenti memohon petunjuk dlm membimbing anak2 sepanjang hidupnya, tak boleh kering doa bagi kebaikan mereka dunia akhirat, krn Allah lah pemilik segala sesuatu tempat kita bersandar. Kita tak pernah tahu sampai kapan anak2 itu dititipkan. Kelak kita akan ditanya, bagaimana amanah itu dijaga.

Wallahu a'lam

Pamulang, 4 Okt 2019
Bundanya Lima Brindils yg tengah berduka..

0 komentar:

Posting Komentar