Oleh Ustadz Sam Waskito
بسم الله الرحمن الرحيم
Di antara sebagian Salaf ada yang berkata: "Kemunkaran yang tidak bisa diluruskan dengan lisan ulama, bisa diluruskan dengan pedang penguasa."
FAKTA modern membuktikan, lembaga kemunkaran yang susah digoyang oleh demo massa, ia bisa ditutup hanya dengan 'selembar surat' keputusan seorang penguasa (birokrasi). Contoh semisal ini banyak jumlahnya.
LALU ADAKAH YANG LEBIH KUAT DARI "PEDANG PENGUASA"..? Terutama jika pelaku kemunkaran itu si pemegang pedang sendiri, bersama para kroni dan sekutu-sekutunya?
JAWAB: Alhamdulillah, ada !!!
Ia adalah:
1. Keshalihan seorang Muslim (menjaga diri dari maksiat dan dosa).
2. Baiknya rezeki (hanya mengambil jalan halal, meninggalkan jalan haram atau syubhat).
3. Istiqamah memenuhi ibadah berjamaah (amalan seputar masjid).
4. Menyembunyikan amal dan kebaikan.
5. TANGIS KHUSYU' dalam doa-doanya (lagi lagi doa yang tersembunyi, bukan untuk update status biar dibaca netizen sejagad raya).
Kelimanya terhimpun jadi satu. Dari Umat ratusan juta ini, tidak adakah yang memenuhi 5 SIFAT itu? Pastinya sangat banyak. Dua juta dari 200 juta Muslimin, berpotensi melakukannya.
Andaikan ada 1000 orang saja, namun maqbul doanya, mereka bisa meminta agar semua yang menyengsarakan Ummat dan bangsa segera dihentikan (nafasnya) oleh Allah Al-Qadiir. Paling tidak, mereka bisa meminta agar diberi JEMBATAN menuju solusi, sehingga Ummat dan Syariat tidak makin tenggelam.
:'(
:'(
:'( DALILNYA APA UNTUK PANDANGAN INI...?
Doa IMAM AHMAD rohimahullah saat beliau ditindas, dihinakan, dizhalimi oleh PENGUASA Abbassiyyah (Al-Makmun, Al-Mu'tashim, Al-Watsiq). Selama di penjara, beliau tak putus berdoa, terus berdoa, hingga AQIDAH LURUS Allah menangkan, aqidah bathil tersinggir dari masyarakat sampai ke akar-akarnya.
Nabi Zakariya As juga tak putus berdoa meminta keturunan, sampai kakek nenek terus berdoa, lalu diberi anugerah seorang Nabi, ketika usia beliau dan isteri -secara medis reproduksi- sudah tak mungkin lagi punya anak. Yang mustahil pun bisa TERJADI, jika Allah menghendakinya.
SAUDARAKU....
Yang merasa galau, siap hamparkan sajadahmu.
Yang merasa takut, bangunlah di sepertiga malam mu.
Yang merasa terzhalimi, gunakan statusmu (sebagai al-mazhlum) untuk menuntut ke langit.
Lemparkan gadget mu, raih Mushaf-mu.
Mengajilah meskipun suaramu tidak enak didengar, karena suara hatimu akan sampai.
Sedikitkan ngomel dan ngoceh, banyakkan istighfar.
Kurangi caci maki, hina menghina, lebih baik kita perbaiki suluk kita hadapan-Nya.
Cium tangan Ibu Bapamu, mohonkan maaf diri dan kecup keningnya.
Ucapkan sayang kepada anak isterimu, pergauli kawan dan manusia dengan rahmat.
Yang mampu amar makruf nahi munkar, terus jalankan. Jangan lupa, tetap obyektif dan tabah.
Yang ada lebihan rezeki, bantu yang kesusahan.
Baik engkau di pucuk gunung, di tengah pasar, di atas geladak, di pinggir pantai, atau di atas motor sekali pun, berdoalah, berdoa, berdoalah.
Tidak perlu membuat kumpulan kumpulan besar, tapi berdoa dalam kesunyian masing masing.
Tanpa update status, tanpa publikasi, tanpa mengulasnya sekali pun hanya menyentuh.
Ikhlas...khlas...khlas...dari tendensi minta dipuji manusia. Clear for Allah only.
IYYAKA NA'BUDU WA IYYAKA NASTA'IN (hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan).
Doakan terus, terus jangan berhenti, demi KESELAMATAN agama, Syariat, Ummat, dan negara NKRI ini.
Senjata nuklir kita tak punya, tapi senjata Sang Pencipta energi nuklir ada di kita, yaitu DOA.
Sebut nama orang (lembaga) mana saja yang telah merusak bangsa dan negara ini, telah menyakiti Allah dan Rasul, tiada henti menipu dan menzhalimi Ummat, serahkan nama-nama mereka itu kepada Allah Azza wa Jalla.
Daftarkan nama-nama mereka kepada-Nya, mintakan pertolongan atas kejahatannya dan mintakan keputusan dari-Nya.
Insya Allah ini membuahkan hasil, asal tetap sabar, tekun, dan istiqamah.
امين امين يا رب العلمين.
NOTE: Ingat, doa beribu Muslim saat jelang Tahun Baru 2020 kemarin agar turun hujan deras dan lama, dikabulkan Allah. Itu bukti nyata bahwa doa Ummat, masih didengar oleh Pemilik langit.

0 komentar:
Posting Komentar