Eka Rahmat Hidayat
(@ngopi.hijrah, @ekamology)
______
بسم الله الرحمن الرحيم
Semoga tetap dalam kerendahan hati dan terus membersamai jiwa 🙂
وأَحْسَنُ الْأَشْيَاءِ خَمْسَةٌ :
الْبُكَاءُ عَلَى الذُّنُوبِ
وإِصْلَاحُ الْعُيوبِ
وطَاعَةُ عَلَّامِ الْغُيوبِ
وجِلَاءُ الرَّيْنِ عَنِ الْقُلُوبِ
وأَنْ لَا تَكُونَ لِمَا تَهْوَى رَكُوب .
Sebaik-baik hal ada lima :
1.Tangis atas gelimang dosamu, 2. perbaiki aib dirimu, 3. taati Alloh yang Mahatahu ghaib selalu, 4. hilang karat hatimu, 5. dan saat engkau ingin memperturut nafsu tak ada sarana mengantarmu.
As-Sariy As-Saqathiy
________
Stop Point
Pesan berima diatas patut kita seksamai karena ia keluar dari seorang nan mulia dari kalangan tabi'in. Ia adalah paman dari Junaid Albaghdadi, seorang yg mashyur dirujuk oleh ulama ulama yg fokus dalam pembersihan jiwa dan sering dirujuk oleh sebagian kalangan penuntut ilmu.
Kiranya izinkan alfaqir meringkas maknanya dalam beberapa kalimat yang kiranya belum dapat menguak semua hikmahnya.
1. Menangis karna dosa adalah tanda kepekaan. Alloh fitrahkan air mata agar ia terkoneksi kuat dengan jiwa yg bisa dipancarkan keluar melalui kanal emosi. Penyesalan akan dosa hingga air mata menjadi tempat akhir keluaran, adalah tanda tanda hati kita masih hidup. Terlalu banyak kisah salafus soolih yg bertebaran di kitab kitab, dimana bukaaa' (tangisan) menjadi hal lumrah yg dinikmati hari demi hari dalam keheningan menyesali dosa yg telah dilaku. Lalu bagaimana dengan KITA??
2. Aib jika ditakdirkan tersembunyi, berarti Alloh memberikan kesempatan agar kita memperbaiki diri. Aib jika tak diumbar, maka ia seringkali menjadi titik tolak seseorang agar kembali ke jalan yg benar
3. Ketaatan akan lebih terlihat dalam 3 kondisi : ketika sendiri, ketika waktu luang, dan ketika sangat berkelimpahan. Maka lihatlah seberapa jauh tingkat ketaatan kita ketika dalam 3 kondisi itu.
4. Kebahagiaan tertinggi bagi mereka yg berjalan dalam kejernihan adalah hati yg makin bersih, bercahaya dan sudah memiliki furqoon (pembeda antara benar dan salah). Hati yg bersih jauh dari penyakit hati. Tanpa penyakit hati, hati mudah menerima kebaikan dan siap termuliakan.
5. Salah satu rezeki yg jarang dinikmati adalah, Alloh batasi kita pada akses kemaksiatan. Ketika hati lemah dan cenderung melakukan hal sia sia atau maksiat, Alloh berikan rezeki kepada kita dengan tidak diberi akses kesana.
Jika 4 hal tersebut terhimpun dalam diri kita, bukankah itu adalah sebaik baik karunia yang kiranya perlu kita syukuri dengan penuh pemaknaan?
Maka pertanyaannya saat ini, apa yang telah kita perjuangankan untuk mendapatkan semua kebaikan diatas?
Ayo lebih baik lagi 😊!!
Semoga kita disayang Alloh.
Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.
_____
Hijrahmu ditunggu, baikmu dirindu
Newbie dalam Islam, ingin bertanya langsung?
Download aplikasi 'umma' - klik menu 'Q&A' - ajukan pertanyaan - minta jawaban - search 'Ustaz Eka Rahmat Hidayat' - tunggu jawaban.
Visit:
Instagram : @ngopi.hijrah
Youtube Channel:
bit.ly/kejernihan
bit.ly/ngopi-hijrah
Join Group:
https://chat.whatsapp.com/KPFGUA6L4UiFus8UgbsTaM
0 komentar:
Posting Komentar