Ular Korban Banjir
Banjir yang berasal dr jebolnya beberapa tanggul serta luapan air sepanjang hunian warga karena tingginya intensitas hujan pada malam tahun baru kemarin menyisakan beberapa kejadian konflik ular dengan warga.
Beberapa hal yg perlu dipahami tentang ular, air dan banjir.
1. Ular termasuk satwa * berdarah dingin* . Artinya, ular tidak bisa memproduksi panas tubuh sendiri. Jadi dia Membutuhkan panas dr matahari untuk hidup menjaga suhu tubuhnya. Konsekuensinya, disaat kedinginan dia akan berjemur dan disaat kepanasan dia akan bersembunyi. Jika lebh dr suhu minimal dan maksimal, ular akan mati.
2. Saat kemarin kehujanan dan apalagi hanyut kena aliran deras air, si ular akan kedinginan suhu menurun. Dia akan mengikuti arus hingga mendapatkan tempat sembunyi dan atau terdampar. Lokasi yang tidak terpola karena ular selalu berpindah pindah. Disaat matahari bersinar panas, maka ular akan bergerak mencari panas matahari untuk menaikan suhu tubuh nya. Disini kita perlu hati hati bertemu ular yang sedang berjemur. Saat jam * 08.00-14.00 adalh waktu ular berjemur.*
3. Beberapa bulan ini ular masuk rumah karena mencari mangsanya/ tikus. Saat ini ular masuk rumah karena terbawa banjir dan tersesat, mereka juga stres panik dan mencari titik paling aman dan kering agar suhu badannya tidak menurun membahayakan hidupnya.
4. Ular python, kebanyakan python reticulatus / sanca batik yang tertangkap disela sela pemukiman ini adlah ular yang habitat nya dekat dengan sungai, atau di antara kebun kebun kosong. Saat banjir mereka tergeser ke area yang acak, salah satunya pemukiman. Jumlah laporan ular python tertangkap saat banjir naik drastis dari berbagai lokasi.
5. Anak anak kobra dan kobra dewasa tersapu hujan, aliran saluran drainase yang meluap, selokan got dan sungai2. Meski ular sangat pandai berenang dan memanjat, Bisa jadi mereka juga tidak survive di arus deras tanpa dapat misal menyandarkan diri pada batang pohon ranting atau benda lain saat hanyut.
6. Ular ada yg mencari makan siang hari (diurnal) ada juga yg malam hari (nocturnal). Tapi ada jg yg siang malam cari makan, contohnya kobra. Kondisi saat ini, ular yg terdampak banjir belum fokus cari makaan, tetapi aktifitasnya mash sama dengan pola diurnal atau nocturnal. Misalnya ular weling (candidus) ulAr ini nocturnal, cari makan malam hari, maka siang sampe sore dia akan sembunyi di area yang tidak masuk cahaya matahari. Termasuk rumah kebanjiran yg lembab dan tidak ada akses penerangan/matahari masuk rumah. Dan spesies lain yang mencari aktifitas siang hari, malam hari ya akan istrhat.
Tips pengecekan keberadaan ular di rumah yang kebanjiran :
1. Gunakan alas kaki . sebaiknya sepatu boot. Jangan tanpa alaskaki atau sandal saja. Ular / serangga / pecahan kaca bisa terinjam tak sengaja yg akan merugikan diri sendiri. Sudah ada beberapa warga korban kegigit ular saat masuk rumah yg kebanjiran.
Lantai berlumpur sebetulnya tidak diminati ular kobra, tapi untuk spesies ular yg habitatnya di setengah perairan seperti ular buccata (kadut), ular weling (candidus), ular welang (fasciatus) atau banyak ular lain, lantai basah itu tidak bermasalah. Jikalau ada kobra masuk rumah yg berlumpur itu karena dia jg kebawa arus dan tidak bisa keluar tanpa bntuan.
2. Gunakan* senter*. Penerangan sangat penting saat masuk rumah yg kebanjiran. Memastikan lantai yg kita pijak tidak ada satwa dan pecahan kaca juga waspada jika ada barang2 rapuh yg rentan di injak. Mata Ular dan satwa lain akan memantulkan cahaya saat di sinari dgn senter di tempat gelap. Fokus pada pantulancahaaya, bisa jadi itu satwa di dalam rumah.
3. Gunakan kaos tangan, untuk memindahkan barang dan bongkaran tumpukan harus dngan sarung tangan agar tidak ada gesekan dengan barang2 serta mungkin gigitan serangga.
4. Gunakan alat kayu atau bambu untuk membalik barang2 dilantai yg dimungkinkaan jd tempat sembunyi satwa. Saat ini ular akan bersembunyi dan atau berjemur.
5. Jika rumah terendam hingga plafon atap, satwa juga mungkin bersembunyi dibawah rangka atap rwumah untuk mencari kehangatan. cek dengan tenang menggunakan senter.
6. Lipatan belakang lemari/ bawah tempat tidur dan pintu2 akses masuk rumah jg perlu di cek. Jika akan cek ke dalam lubang/ sela sela , * jangan menggunakan tangan* Gunakanlah alat bantu kayu/ bambu.
7. Pastikan anak anak tidak masuk ke dalam rumah yang belum di cek ada tidaknya ular disana.
Tips Jika bertemu ular di rumah yang kebanjiran..
Tim snake rescue mungkin agak jauh posisinya dan bth waktu untuk akses ke lokasi temuan. Karenanya kami coba share beberapa tips handling ular secara mandiri di masyarakat.
1. Ular tidak boleh di pegang, jika tidak terlatih dan tidaK paham karakter spesies
- pastikan area rumah terisolir, anak jangan masuk
- tutup pintu untuk mencegah ular pergi.
- lakukan persiapan handling
2. Gunakan dan siapkan alat bantu seperti : alat bantu, tongkat, sapu, pengki, ember untuk evakuasi ular. Area yg ada ular amankan dr kumpul warga berlebihan dan juga anak anak.
3. Cara menangani ular tanpa dibunuh ada bebrapa cara, ini tahapnnya
- gunakan sepatu dan senter
- jepit ular dengan sapu atau bambu
- serok dengan pengki
- masukan ke ember yg bertutup atau kantong beras
- ikat tutup dgn aman.
4. Video tutorial handling anak kobra bisa digunakan untuk handling ular lain selama tidak lebih dr 1 meter
https://youtu.be/XolrjG-cFbM
5. Foto ular dan kirim ke wa.me/628176800446 (Sioux Snake Rescue) untuk identifikasi dan mendapat tutorial snake handling darurat sebelum tim snake rescue datang
6. Jika akan dilepas kembali, pastikan tidak didalam kantong yg terikat atau botol yg tutupnya terpasang.
Ular jenis pipe snake / C rufus, tidak berbisa. Warna sisik bawah mirip weling, tapi bukan weeling. Banyak warna yg sama di ular jd perlu di perhatikan.
Manajemen Sioux Snake Rescue
Respon Banjir Jabodetabek
Pos Komando
- Koordinasi muscle
- pengumpulan Nasi Bungkus
- Distribusi logistik
- koordinasi lintas sektoral dgn BNPB
- snake rescue respon center
Koord. mas Sabbath +62 877-7562-6500
Pos AJU 1 Sioux
Jl. Raya Villa Jatirasa No.51
Jl. Raya Villa Jatirasa No.51, RT.006/RW.001, Jatirasa, Kec. Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat 17424
https://maps.app.goo.gl/UxkvbgfHDySFDdsb7
Penanggung jawab
Ferdy +62 878-7076-0677 (Muscle Sioux) @+62 878-7076-0677
Kegiatan :
- distribusi logistik
- medis
- snake response and rescue
Pos AJU 2 Sioux
Lokasi
Jl. Kartini Bekasi Timur
https://maps.app.goo.gl/uTjDgY55GV1DvNKT9
Kontak ke Kisut 081210054568 @+62 812-1005-4568
Kegiatan
- evakuasi
- snake response
- logistik
Pos AJU 3 Sioux
Kontak Cinta +62 812-8671-9689
Galaxy Bekasi
Kegiatan
- Pendataan
- Distribusi logistik
Info update Sioux Foundation
Wa.me/628176800446
Donasi Rekening
Mohon transfer ke Rekening Yayasan Sioux
Bank Mandiri,Yayasan Sioux Ular Indonesia, No. Rek. 1370014431544
Instagram @ular_indonesia
FB pages : Yayasan Sioux Ular Indonesia
Waspada ! Tapi Jangan Bunuh Ular
Depok, 3 Januari 2020
10.30 WIB
Yayasan Sioux Ular Indonesia
IG ular_indonesia
FB ular indonesia
Call center 08176800446
Banjir yang berasal dr jebolnya beberapa tanggul serta luapan air sepanjang hunian warga karena tingginya intensitas hujan pada malam tahun baru kemarin menyisakan beberapa kejadian konflik ular dengan warga.
Beberapa hal yg perlu dipahami tentang ular, air dan banjir.
1. Ular termasuk satwa * berdarah dingin* . Artinya, ular tidak bisa memproduksi panas tubuh sendiri. Jadi dia Membutuhkan panas dr matahari untuk hidup menjaga suhu tubuhnya. Konsekuensinya, disaat kedinginan dia akan berjemur dan disaat kepanasan dia akan bersembunyi. Jika lebh dr suhu minimal dan maksimal, ular akan mati.
2. Saat kemarin kehujanan dan apalagi hanyut kena aliran deras air, si ular akan kedinginan suhu menurun. Dia akan mengikuti arus hingga mendapatkan tempat sembunyi dan atau terdampar. Lokasi yang tidak terpola karena ular selalu berpindah pindah. Disaat matahari bersinar panas, maka ular akan bergerak mencari panas matahari untuk menaikan suhu tubuh nya. Disini kita perlu hati hati bertemu ular yang sedang berjemur. Saat jam * 08.00-14.00 adalh waktu ular berjemur.*
3. Beberapa bulan ini ular masuk rumah karena mencari mangsanya/ tikus. Saat ini ular masuk rumah karena terbawa banjir dan tersesat, mereka juga stres panik dan mencari titik paling aman dan kering agar suhu badannya tidak menurun membahayakan hidupnya.
4. Ular python, kebanyakan python reticulatus / sanca batik yang tertangkap disela sela pemukiman ini adlah ular yang habitat nya dekat dengan sungai, atau di antara kebun kebun kosong. Saat banjir mereka tergeser ke area yang acak, salah satunya pemukiman. Jumlah laporan ular python tertangkap saat banjir naik drastis dari berbagai lokasi.
5. Anak anak kobra dan kobra dewasa tersapu hujan, aliran saluran drainase yang meluap, selokan got dan sungai2. Meski ular sangat pandai berenang dan memanjat, Bisa jadi mereka juga tidak survive di arus deras tanpa dapat misal menyandarkan diri pada batang pohon ranting atau benda lain saat hanyut.
6. Ular ada yg mencari makan siang hari (diurnal) ada juga yg malam hari (nocturnal). Tapi ada jg yg siang malam cari makan, contohnya kobra. Kondisi saat ini, ular yg terdampak banjir belum fokus cari makaan, tetapi aktifitasnya mash sama dengan pola diurnal atau nocturnal. Misalnya ular weling (candidus) ulAr ini nocturnal, cari makan malam hari, maka siang sampe sore dia akan sembunyi di area yang tidak masuk cahaya matahari. Termasuk rumah kebanjiran yg lembab dan tidak ada akses penerangan/matahari masuk rumah. Dan spesies lain yang mencari aktifitas siang hari, malam hari ya akan istrhat.
Tips pengecekan keberadaan ular di rumah yang kebanjiran :
1. Gunakan alas kaki . sebaiknya sepatu boot. Jangan tanpa alaskaki atau sandal saja. Ular / serangga / pecahan kaca bisa terinjam tak sengaja yg akan merugikan diri sendiri. Sudah ada beberapa warga korban kegigit ular saat masuk rumah yg kebanjiran.
Lantai berlumpur sebetulnya tidak diminati ular kobra, tapi untuk spesies ular yg habitatnya di setengah perairan seperti ular buccata (kadut), ular weling (candidus), ular welang (fasciatus) atau banyak ular lain, lantai basah itu tidak bermasalah. Jikalau ada kobra masuk rumah yg berlumpur itu karena dia jg kebawa arus dan tidak bisa keluar tanpa bntuan.
2. Gunakan* senter*. Penerangan sangat penting saat masuk rumah yg kebanjiran. Memastikan lantai yg kita pijak tidak ada satwa dan pecahan kaca juga waspada jika ada barang2 rapuh yg rentan di injak. Mata Ular dan satwa lain akan memantulkan cahaya saat di sinari dgn senter di tempat gelap. Fokus pada pantulancahaaya, bisa jadi itu satwa di dalam rumah.
3. Gunakan kaos tangan, untuk memindahkan barang dan bongkaran tumpukan harus dngan sarung tangan agar tidak ada gesekan dengan barang2 serta mungkin gigitan serangga.
4. Gunakan alat kayu atau bambu untuk membalik barang2 dilantai yg dimungkinkaan jd tempat sembunyi satwa. Saat ini ular akan bersembunyi dan atau berjemur.
5. Jika rumah terendam hingga plafon atap, satwa juga mungkin bersembunyi dibawah rangka atap rwumah untuk mencari kehangatan. cek dengan tenang menggunakan senter.
6. Lipatan belakang lemari/ bawah tempat tidur dan pintu2 akses masuk rumah jg perlu di cek. Jika akan cek ke dalam lubang/ sela sela , * jangan menggunakan tangan* Gunakanlah alat bantu kayu/ bambu.
7. Pastikan anak anak tidak masuk ke dalam rumah yang belum di cek ada tidaknya ular disana.
Tips Jika bertemu ular di rumah yang kebanjiran..
Tim snake rescue mungkin agak jauh posisinya dan bth waktu untuk akses ke lokasi temuan. Karenanya kami coba share beberapa tips handling ular secara mandiri di masyarakat.
1. Ular tidak boleh di pegang, jika tidak terlatih dan tidaK paham karakter spesies
- pastikan area rumah terisolir, anak jangan masuk
- tutup pintu untuk mencegah ular pergi.
- lakukan persiapan handling
2. Gunakan dan siapkan alat bantu seperti : alat bantu, tongkat, sapu, pengki, ember untuk evakuasi ular. Area yg ada ular amankan dr kumpul warga berlebihan dan juga anak anak.
3. Cara menangani ular tanpa dibunuh ada bebrapa cara, ini tahapnnya
- gunakan sepatu dan senter
- jepit ular dengan sapu atau bambu
- serok dengan pengki
- masukan ke ember yg bertutup atau kantong beras
- ikat tutup dgn aman.
4. Video tutorial handling anak kobra bisa digunakan untuk handling ular lain selama tidak lebih dr 1 meter
https://youtu.be/XolrjG-cFbM
5. Foto ular dan kirim ke wa.me/628176800446 (Sioux Snake Rescue) untuk identifikasi dan mendapat tutorial snake handling darurat sebelum tim snake rescue datang
6. Jika akan dilepas kembali, pastikan tidak didalam kantong yg terikat atau botol yg tutupnya terpasang.
Ular jenis pipe snake / C rufus, tidak berbisa. Warna sisik bawah mirip weling, tapi bukan weeling. Banyak warna yg sama di ular jd perlu di perhatikan.
Manajemen Sioux Snake Rescue
Respon Banjir Jabodetabek
Pos Komando
- Koordinasi muscle
- pengumpulan Nasi Bungkus
- Distribusi logistik
- koordinasi lintas sektoral dgn BNPB
- snake rescue respon center
Koord. mas Sabbath +62 877-7562-6500
Pos AJU 1 Sioux
Jl. Raya Villa Jatirasa No.51
Jl. Raya Villa Jatirasa No.51, RT.006/RW.001, Jatirasa, Kec. Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat 17424
https://maps.app.goo.gl/UxkvbgfHDySFDdsb7
Penanggung jawab
Ferdy +62 878-7076-0677 (Muscle Sioux) @+62 878-7076-0677
Kegiatan :
- distribusi logistik
- medis
- snake response and rescue
Pos AJU 2 Sioux
Lokasi
Jl. Kartini Bekasi Timur
https://maps.app.goo.gl/uTjDgY55GV1DvNKT9
Kontak ke Kisut 081210054568 @+62 812-1005-4568
Kegiatan
- evakuasi
- snake response
- logistik
Pos AJU 3 Sioux
Kontak Cinta +62 812-8671-9689
Galaxy Bekasi
Kegiatan
- Pendataan
- Distribusi logistik
Info update Sioux Foundation
Wa.me/628176800446
Donasi Rekening
Mohon transfer ke Rekening Yayasan Sioux
Bank Mandiri,Yayasan Sioux Ular Indonesia, No. Rek. 1370014431544
Instagram @ular_indonesia
FB pages : Yayasan Sioux Ular Indonesia
Waspada ! Tapi Jangan Bunuh Ular
Depok, 3 Januari 2020
10.30 WIB
Yayasan Sioux Ular Indonesia
IG ular_indonesia
FB ular indonesia
Call center 08176800446
0 komentar:
Posting Komentar