Menjalankan puasa di Amerika? Nampaknya menjadi hal yang mengesankan bagi mereka penduduk muslim yang menetap di wilayah benua yang sebagian besar ditempati mereka yang non-muslim. Dalam hal ini, nuansa Ramadhan di negara USA ini sedikitnya ada beberapa perbedaan yang memang harus diketahui, mulai waktu berbuka, sahur hingga berbagai jenis kuliner yang disajikan tentu saja berbeda dengan yang disajikan di tanah kelahiran.
Banyak sekali tradisi unik dan menarik yang bakalan Anda temukan selama menjalankan Ramadhan di negara USA. Sekaipun demikian, tantangan terbesar selalu ada pada kondisi alam yang bisa dibilang tidaklah bersahabat dengan suhu yang mencapai kisaran 31 hingga 37 derjat celcius. Tentu saja hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagaimanan seorang muslim yang taat harus bertahan dalam kondisi tersebut.
Di balik tradisi Ramadhan di negara USA yang perlu diketahui
Seperti yang disebutkan di atas, bahwa ada banyak sekali tradisi menarik dan unik yang didapatkan di Amerika selama bulan Ramadhan. Tradisi tersebut bisa dibilang sangat menarik dengan adanya perlakuan masyarakat non-muslim lainnya yang tetap berusaha menjaga toleransi beragama dengan umat muslim.
Muslim Amerika yang berdatangan ke Islamic Center
Salah satu tradisi menarik yang akan dilakukan oleh muslim Amerika selama bulan Ramadhan di negara USA itu sendiri adalah dengan berbondong-bondong mengunjungi Islamic Centre. Di sana mereka akan mendengarkan adanya lantunan setiap ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh salah satu warga Amerika yang memang telah fasih membaca Al-Quran.
Berburu belanja di toko halal
Sama seperti beberapa muslim di Indonesia, siapa sangka jika muslim di Amerika juga memiliki kebiasaan sama dengan melakukan kegiatan belanja di beberapa toko yang memperjualbelikan produk halal. Mereka membeli berbagai makanan ataupun minuman yang nantinya akan dijadikan sebagai menu untuk berbuka. Ramadhan di negara USA memang sangat ramai dengan kondisi lingkungan semacam ini.
Tradisi potluck di bulan puasa
Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, Ramadhan di negara USA juga diwarnai dengan tradisi buka bersama. Bedanya, setiap orang yang datang ke suatu tempat tersebut harus membawa makanan ataupun juga minuman yang nantinya akan dinikmati secara bersama-sama. Dari sinilah kemudian kebersamaan dan kekeluargaan tercipta. Tentu saja momen semacam ini sangatlah indah untuk sekelompok muslim di negara non-muslim.
Makan bersama dengan masyarakat non-muslim
Jika mungkin Anda berfikiran jika hanya mereka yang beragama islam sajalah yang berdatangan untuk menikmati buka bersama, hal ini salah besar. pasalnya, beberapa warga non-muslim akan datang pada acara tersebut. Akan tetapi hal ini bukanlah permasalahan yang besar sebab toleransi beragama sangat dijaga dan mereka tidak mempermasalahkan berbuka bersama dengan mereka di dalam Ramadhan di negara USA yang penuh kedamaian.
Berbagai makanan dengan orang sekitar
Hal menarik lainnya yang akan Anda lihat selama Ramadhan di negara USA adalah sikap saling peduli dengan sesama yang ditunjukkan dengan berbagi makanan dengan beberapa orang di sekitar. Pembagian ini dilakukan kepada semua orang baik itu muslim maupun non-muslim. Tidak mengherankan jika kemudian Ramadhan di USA sangatlah berkesan.
Sama seperti negara muslim lainnya, untuk Ramadhan di negara USA juga dihiasi dengan aktivitas tarawih bersama yang nantinya akan menjadi rutinitas di setiap malam yang diselenggarapan di Islamic Center. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Ramadhan di negara non-muslim ternyata sangatlah berkesan dan jauh lebih indah karena adanya rasa kekeluargaan dan kehangatan dalam indahnya toleransi beragama di setiap masyarakatnya.
0 komentar:
Posting Komentar