WHAT'S NEW?
Loading...

TAFSIR SURAT AS SHAFF (Bag. 1)

Selasa: Al Quran dan Tafsir


๐Ÿ“ŒMuqaddimah

Surat nan agung ini begitu inspiratif bagi para aktivis dakwah, didalamnya disebutkan tentang keharusan berucap dan beramal secara beriringan, rapi dan terorganisir dalam beraktifitas, kewajiban jihad fi sabilillah, kisah para nabi, dan perdagangan  dengan Allah (tijarah). 

Surat ini terletak pada juz 28 urutan surat ke 61, termasuk kedalam surat Madaniyyah, berjumlah 14 ayat, surat As Shaff  berarti barisan yang tersusun rapi.

 Surat ini turun sebelum perang Uhud, turunnya setelah surat At Thagabun dan sebelum surat Al Fath. 1] Surat  ini juga terdiri dari 900 huruf dan 221 kalimat. 2]

Dinamakan Surat Ash Shaff karena terdapat kata” as Shaff” dalam ayat ( ‘Umdatul Qari,19/337)

 ูŠُู‚َุงุชِู„ُูˆู†َ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِู‡ِ ุตَูًّุง
Mereka berperang dijalan Allah dengan barisan yang teratur (QS. As Shaff:4)

Nama lain surat ini adalah  Al Hawariyyun, karena didalamnya terdapat ayat yang mengungkapkan tentang pengikut nabi Isa ( al hawariyyun)

๐Ÿ“ŒSebab Turun Ayat

ุฃุฎุฑุฌ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูƒู…ุง ุชู‚ุฏู… ูˆุงู„ุญุงูƒู… ูˆุตุญุญู‡ ูˆุงู„ุฏุงุฑู…ูŠ ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุณู„ุงู… ู‚ุงู„: ู‚ุนุฏู†ุง ู†ูุฑุง ู…ู† ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูุชุฐุงูƒุฑู†ุง، ูู‚ู„ู†ุง: ู„ูˆ ู†ุนู„ู… ุฃูŠ ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู„ุนู…ู„ู†ุงู‡، ูุฃู†ุฒู„ ุงู„ู„ู‡

At Tirmizi, Al Hakim mensahihkannya, juga Ad Darimi dari Abdullah bin Salam ia berkata: “Kami duduk  bersama beberapa sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam, lalu kami berkata,” Seandainya kami tahu amal apakah yang paling dicintai Allah tentu akan kami laksanakan. Kemudian Allah menurunkan ayat ini dan Rasulullah membacanya: 3]

ุณَุจَّุญَ ู„ِู„َّู‡ِ ู…ุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…ุงูˆุงุชِ ูˆَู…ุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒُ ุงู„ْุญَูƒِูŠู…ُ، ูŠุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู„ِู…َ ุชَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ู…ุง ู„ุง ุชَูْุนَู„ُูˆู†َ

“ Apa yang dilangit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah, Dia lah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? ( QS. Ash Shaff:1-2)

Riwayat lain mengatakan:

ุฑูˆู‰ ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู…ٍ ุณู†ุฏู‡ ุฅู„ู‰ ุนุจุฏ ุงู„ู„ّู‡ ุจู† ุณู„ุงู…ٍ ุฃู†ّ ู†ุงุณًุง ู‚ุงู„ูˆุง: «ู„ูˆ ุฃุฑุณู„ู†ุง ุฅู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ّู‡ ู†ุณุฃู„ู‡ ุนู† ุฃุญุจّ ุงู„ุฃุนู…ุงู„» ุฅู„ู‰ ุฃู† ู‚ุงู„: «ูุฏุนุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ّู… ุฃูˆู„ุฆูƒ ุงู„ู†ّูุฑ ุญุชّู‰ ุฌู…ุนู‡ู… ูˆู†ุฒู„ุช ููŠู‡ู… «ุณูˆุฑุฉ ุณุจّุญ ู„ู„ّู‡ ุงู„ุตّูّ, ูˆุจุฐู„ูƒ ุนู†ูˆู†ุช ููŠ «ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠّ» ูˆููŠ «ุฌุงู…ุน ุงู„ุชّุฑู…ุฐูŠّ»، ูˆูƒุฐู„ูƒ ูƒุชุจ ุงุณู…ู‡ุง ููŠ ุงู„ู…ุตุงุญู ูˆููŠ ูƒุชุจ ุงู„ุชّูุณูŠุฑ.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan sanadnya dari Abdullah bin Salam, ia berkata,”Orang-berkata,” Seandainya kita diutus kepada Rasulullah, lalu kita bertanya kepada beliau tentang amal yang paling dicintai, hingga beliau menjawab. Lalu Rasulullah memanggil dan mengumpulkan mereka, lalu turunlah kepada mereka surat as Shaff karena itulah di tuliskan dalam bab kitab Sahih Bukhari dan Jami’i at Tirmizi dan dituliskan dalam kitab-kitab tafsir. ( At Tahrir wa Tanwir, 171/28)

๐Ÿ’ฅ Ayat pertama

ุณَุจَّุญَ ู„ِู„َّู‡ِ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…ุงูˆุงุชِ ูˆَู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒُ ุงู„ْุญَูƒِูŠู…ُ

“ Apa yang dilangit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah, Dia lah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. ( QS. As Shaff:1)

๐Ÿ’ฅTinjauan Bahasa

ุณَุจَّุญَ ู„ู„ู‡
Bertasbih kepada Allah

Ibrahim bin Umar bin Hasan Ar Ribath menyebutkan dalam tafsirnya bahwa kalimat tasbih di gunakan untuk mengungkapkan hal yang agung dan khusus diperuntukkan untuk Allah. 4]

ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…ุงูˆุงุชِ ูˆَู…ุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ

 Segala yang dilangit dan dibumi


Abdul Karim Yunus Al Khatib dalam tafsirnya  menyebutkan bahwa kata Sabbaha adalah khabar (kata yang menerangkan)

ู‡ูˆ ุฎุจุฑ ูŠุฑุงุฏ ุจู‡ ุชู…ุฌูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆุชุนุธูŠู…ู‡، ู„ุฐุงุชู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰.. ูู‡ูˆ- ุณุจุญุงู†ู‡- ู…ู…ุฌุฏ ูˆู…ุนุธู…، ูˆุฅู† ู„ู… ูŠุณุชุฌุจ ุงู„ู…ุดุฑูƒูˆู† ูˆุงู„ูƒุงูุฑูˆู† ู„ู„ุฅูŠู…ุงู† ุจู‡

Ia adalah khabar (fungsinya menerangkan) maksudnya adalah mengagungkan dan memuji Dzat Allah yang Maha Suci. Dia lah Allah yang baginya segala Puji dan keagungan. Meskipun orang-orang musyrik dan kafir tidak menerima dan tidak beriman kepada-Nya. 5]

๐Ÿ“ŒKandungan Ayat

Maha suci Allah dari segala hal yang tak pantas bagi-Nya dari segala yang ada dilangit maupun  di bumi, Dia lah Allah yang tak terkalahkan, yang Maha bijaksana dalam segala hal yang pantas untuk diri-Nya.

Ayat ini memberikan pelajaran kepada kita agar senantiasa bertasbih, mensucikan Allah, mengagungkan-Nya pada setiap waktu dan kondisi yang kita miliki dari padatnya aktifitas sebagai manusia. 6]

Bertasbih juga bermakna persaksian atas rububiyah Allah, Dia Maha Pengatur alam semesta, mengakui wahdaniyah-Nya ( Maha Esa), mengakui Qudrah (Maha Penentu)  dan segala sifat kesempurnaan-Nya. 7]

Al Qusyairi menyebutkan dalam tafsirnya,” Barangsiapa yang ingin totalitas dalam tasbih kepada Allah hendaknya ia membersihkan hatinya, dan barangsiapa yang ingin masuk surga hendaklah ia membersihkan diri dari segala dosa-dosa. 8]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

Bersambung .....

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

[1] Ibnu Asyur At Tunisy (w.1393H) , at Tahrir wa Tanwir, jilid 28 ( Tunisia: Dar At Tunisia Lin Naysr,1984M) h. 174

[2] Ats Tsa’labi (w.427), al Kasyf wal Bayan ‘an Tafsir al Qur’an, jilid 9 (Beirut: Darul Ihya Turats Araby,1422H) h.  301

[3] Wahbah Zuhaily, Tafsir Al Munir, jilid 28 ( (Damaskus: Darul Fikr al Muashir, 1418H) h. 160

[4] Ibrahim bin Umar bin Hasan Ar Ribath (w.885 H), Nudzum ad Durar Fi Tanasub Ayat wa Suwar,juz 20 ( Cairo: Dar al Kutub al Islamy) h. 2

[5] Muhammad Yunus Al Khatib (w.1390H), Tafsir al Qur’any lil Qur’an, Jilid 14 (Kairo: Darul Fikr Araby) h.915

[6] Muhammad Amin bin Abdullah al  Aramy Al Alawy as Syafi’i, Hadaiq  Ruh wa Raihan, jilid 29 ( Beirut: Dar Tuq an Najah,1421H) h. 246

[7] Ahmad Musthafa Al Maraghi ( w.1371 H), Tafsir Al Maraghi, juz 28 ( Mesir: Syarikah Musthafa Al Halby, 1365H) h. 80

[8] Abdul Karim bin Hawazin bin Abdul Malik al Qusyairi (w.456H), Lathaiful Isyarah, Juz 3 ( Mesir: Haiah Misriyah Ammah lil kutub) h. 575

✏ Ust Fauzan Sugiono, Lc


๐Ÿ“ก Sebarkan! Raih amal shalih ...

0 komentar:

Posting Komentar