WHAT'S NEW?
Loading...

Diantara Dosa-Dosa Besar


Diantara Dosa-Dosa Besar


حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْكَبَائِرِ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَقَوْلُ الزُّورِ رواه مسلم

Artinya
dari Anas bin Malik (W.93 H) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang dosa besar, beliau bersabda: Menyekutukan Allah, durhaka terhadap kedua orang tua, membunuh jiwa dan berkata dengan kata-kata palsu.(HR. Muslim 261 H)

Istifadah

Hadis ini menjelaskan sebbagian dari dosa-dosa besar. Dimana dosa-dosa besar ini bisa dihapus dengan bertaubat.

Jika dosa besar ini ada kaitannya dengan hak kemanusiaan, maka taubatnya tidak akan diterima selagi belum dimaafkan oleh manusia yang didzolimi tersebut.

Namun, jika tidak berkaitan dengan hak kemanusiaan bisa dilakukan dengan tiga hal :

1. Berhenti dari perbuatan dosanya
2. Menyesali perbuatannya
3. Bertekad tidak akan mengulangi perbuatannya
4. Beristighfar sebanyak-banyaknya


Sumber:
[ Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-sunnah ]

0 komentar:

Posting Komentar