WHAT'S NEW?
Loading...

Tafsir Surat Al Fatihah Bag. 7(SELESAI)

Selasa: Al Quran dan Tafsir

Tafsir Surat Al Fatihah Bag. 7(SELESAI)



๐Ÿ”นNash Ayat:

ุตِุฑَุงุทَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุบَูŠْุฑِ ุงู„ْู…َุบْุถُูˆุจِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ (7)

“ Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat dan kepada mereka, dan bukan ( jalan) mereka  yang dimurkai dan bukan pula ( jalan ) mereka yang sesat.” QS. Al Fatihah: 7)

Ayat ini merupakan jawaban atau penjelasan dari  ayat sebelumnya, saat seorang mukmin berdoa kepada Allah denganmengharapkan petunjuk kepada jalan yang lurus nan diridhai Allah. Disana tersirat pertanyaan, jalan manakah yang diridhai Allah, manakah jalan petunjuk itu?
Sedangkan jalan menuju hidayah dan kebenaran amatlah banyak. Lalu Allah berfirman dalam ayat ini sekaligus menjawab,” Jalan petunjuk adalah jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat, bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan yang sesat”

Imam At Thabari menjelaskan, yang dimaksud dengan jalan yang lurus adalah,” Jalan yang di berikan kepada orang-orang yang telah Allah beri nikmat, karena ibadah dan ketaatan mereka. Mereka derajatnya akan bersama para malaikat, nabi-nabi, orang-orang yang benar ( shidiqin), syuhada (orang-orang yang syahid) dan orang-orang shalih (shalihin). Tafsir At Thabari, 1/177)

Kenikmatan adalah segala sesuatu yang lezat yang dirasakan oleh manusia, atau sesuatu yang membuatnya senang.  Namun nikmat yang dimaksud dalam ayat ini adalah nikmat berupa manfaat yang berkesinambungan, disukai oleh hati manusia, baik cepat atau lambat, dunia atau akherat, baik materi maupun materi. ( Tafsir Az Zahrah,1/169)

Kenikmatan juga saat seseorang merasa damai dan tenang jiwanya, hatinya ikhlas nerimo, tertuju kepada Allah, fikiran yang lurus, pengetahuan luas namun tidak menyesatkan namun member petunjuk kepada orang lain, termasuk kenikmatan juga nikmat ikhlas dalam ucapan dan jujur, tidak mengerjakan sebuah pekerjaan kecuali hanya kepada Allah, senantiasa dipantau oleh Allah dalam setiap perbuatannya. ( Tafsir Az Zahrah,1/70)

๐Ÿ“•Orang Yang Dimurkai dan Orang Yang Sesat

Sabda Nabi:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุฐَุฑٍّ ู‚َุงู„َ: ุณَุฃَู„َุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…َุบْุถُูˆุจِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ู‚َุงู„َ: "ุงู„ْูŠَู‡ُูˆุฏُ"، [ู‚َุงู„َ] ู‚ُู„ْุชُ: ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ، ู‚َุงู„َ: "ุงู„ู†َّุตَุงุฑَู‰"

Dari Abu Dzar berkata,” Aku bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, tentang “ al Maghdub”, beliau menjawab,” Kaum Yahudi”. Lalu aku bertanya,”Ad Dhalin, beliau menjawab,”an Nashara ( kaum Nashrani).” ( Fath Bari,8/159), ( Tafsir Ibnu Katsir,1/142)

๐Ÿ“™Perihal Ucapan ” Amin “

ูˆุฑูˆู‰ ูˆุงุฆู„ ุจู† ุญุฌุฑ: ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ุฅุฐุง ู‚ุงู„: ูˆَู„ุงَ ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ ู‚ุงู„: (ุขู…ูŠู†)، ูˆุฑูุน ุจู‡ุง ุตูˆุชู‡ ، ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ، ูˆุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆู‚ุงู„: ูˆู…ุฏ ุจู‡ุง ุตูˆุชู‡

Dari Wail bin Hujr bahwasanya Nabi Shalallahu Alaihi wa sallam jika membaca Walad dhalin , dia mengucapkan “aamin”, seraya mengangkat suaranya. ( HR. Ahmad, 4/316, Tirmidzi, kitab Shalah,1/246, Abu Daud, 2/27)


ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡، ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู…: ูˆู„ุง ุงู„ุถุงู„ูŠู†، ูู‚ูˆู„ูˆุง: ุขู…ูŠู†، ูุฅู†
ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ุชู‚ูˆู„: ุขู…ูŠู†، ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ูŠู‚ูˆู„: ุขู…ูŠู†، ูู…ู† ูˆุงูู‚ ุชุฃู…ูŠู†ู‡ ุชุฃู…ูŠู† ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi bersabda, “Jika imam mengucapkan “ Walad dhalin, maka ucapkanlah oleh kalian,” Aamin’. Sesungguhnya malaikatpun mengucapkan,”amin”, Imam pun mengucapkan ,”amin, barangsiapa yang bersesuaian ucapan aminnya dengan ucapan amin malaikat maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu oleh Allah. (HR. Ahmad, 2/449,Muslim, 1/307, Abu Daud, 1/246, kitab shalat bab ta’min wara al imam)

๐Ÿ“˜ Keagungan Surat Al Fatihah

ุญุฏุซู†ุง ุนَู†ْุจุณุฉ ุจู† ุณุนูŠุฏ، ุนู† ู…ُุทَุฑِّู ุจู† ุทَุฑِูŠู، ุนู† ุณุนุฏ ุจู† ุฅุณุญุงู‚ ุจู† ูƒุนุจ ุจู† ุนُุฌْุฑุฉ، ุนู† ุฌุงุจุฑ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฃู†ุตุงุฑูŠ، ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ّ: "ู‚َุณَู…ุช ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจูŠู†ูŠ ูˆุจูŠู† ุนุจุฏูŠ ู†ِุตْููŠู†، ูˆู„ู‡ ู…ุง ุณَุฃู„". ูุฅุฐุง ู‚ุงู„ ุงู„ุนุจุฏ: "ุงู„ุญู…ุฏُ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†" ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡: "ุญู…ุฏَู†ูŠ ุนَุจุฏูŠ"، ูˆุฅุฐุง ู‚ุงู„: "ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…"، ู‚ุงู„: "ุฃุซู†ู‰ ุนู„ูŠّ ุนَุจุฏูŠ"، ูˆุฅุฐุง ู‚ุงู„: "ู…ุงู„ูƒِ ูŠَูˆู…ِ ุงู„ุฏูŠู†" ู‚ุงู„: "ู…ุฌَّุฏู†ูŠ ุนَุจุฏูŠ" ู‚ุงู„: "ู‡ุฐุง ู„ูŠ، ูˆู…ุง ุจู‚ูŠ"

Telah menceritakan kepada kami Anbasah bin Said, dari Mathraf bin Tharif, dari Said bin Ishaq bin Ka’ab bin “Ujrah, dari Jabir bin Abdillah Al Anshari, berkata,”Telah bersabda Rasulullah Shalalallahu ‘Alaihi wa sallam,” Allah Subhanahu wataala berfirman,” Aku membagi Shalat  antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, baginya apasaja yang ia minta. Jika hamba-Ku berkata,” Alhamdulillahirabbil alamin, maka Allah berfirman,” Hamba-Ku  memuji-Ku, jika hamba-Ku berkata “ Ar Rahman Ar Rahim, Allah berfirman,” Hambaku memuji-Ku, jika hamba-Ku berkata,” Maliki Yaumid din, Allah berfirman,” Hamba-Ku mengagungkan-Ku, Allah berfirman,” Ini untuk-Ku, dan selebihnya,” (  HR. Bukhari, 2/4, Sahih Muslim, 224)

Demikianlah tafsir surat Al Fatihah, yang kami rangkum dari sejumlah atsar dan qaul ulama, tidak sempurna memang, namun semoga menjadi gambaran kepada kita akan keagungan Allah  dan kandungan tafsir dalam surat Al Fatihah, semoga keberkahan untuk kita semua.

✏ Ust Fauzan Sugiono, Lc

 Sebarkan! Raih pahala

0 komentar:

Posting Komentar