WHAT'S NEW?
Loading...

TAFSIR SURAT AL MULK ( Bag. 11) - ALLAH MAHA PENOLONG, ALLAH PEMBERI REZEKI



TAFSIR SURAT AL MULK ( Bag. 11)

ALLAH MAHA PENOLONG, ALLAH PEMBERI REZEKI


NASH AYAT
أَمَّنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ
(20) أَمَّنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ (21)
TERJEMAH

·         Atau siapakah yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain Allah yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanya dalam keadaan tertipu daya ( ayat 20)
·         Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri. (ayat 21)

TINJAUAN BAHASA

جُنْدٌ لَكُمْ
Tentara bagimu

إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ
Menahan rezeki

KANDUNGAN AYAT

Dalam ayat ini Allah menggambarkan kekuasan-Nya yang bisa melindungi apapun dan tiada pelindung selain Allah. Disini Allah mengajukan pertanyaan kepada orang-orang kafir, tentang siapakah yang bisa menolong mereka dari musuh, kecuali Allah. Juga siapakah yang bisa menyelamatkan dari takdir buruk yang menimpa mereka, sehingga mereka selamat? Jawabnya  yaitu Allah. ( Tafsir Taysir al Karim ar Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan, As Sa’di,1/877)

Tiada yang memiliki kekuatan hebat, melainkan semua atas izin Allah, kekuatan manusia nyata terbatas, meski bertabur materi dan tekhnologi. Namun kekuatan Allah dan kekuasaan-Nya yang kan kekal dunia hingga akherat. Meski jika semua manusia  didunia berkumpul untuk mencelakakan, namun jika Allah berkehendak menolong maka tak akan ada pengaruh apa-apa bagi Allah.

Sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam:

وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ
…Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu…( HR At Tirmidzi,7/228-229 –Tuhfatul Ahwadzi  no. 2516)

Namun orang-orang kafir mereka terpedaya rasa aman dan tinggi hati dari azab Allah, sungguh apa yang mereka lakukan dengan keingkaran adalah bentuk penentangan nyata kepada Allah, padahal Allah mengungkapkan, “Siapakah yang dapat menyelamatkan dari azab Allah kecuali Allah”? ( Fi Dzilalil Qur’an, Sayid Qutub,6/3643)

Rezeki Berasal Dari Allah
            Lebih jauh As Syahid Sayyid Qutub mengkritisi sifat manusia  yang lebih mendahulukan sebab-sebab untuk memperoleh rezeki dari pada meyakini bahwa rezeki itu pemberian dan karunia Allah.

وفي هذا المدلول الكبير الواسع العميق تنطوي سائر المدلولات القريبة لكلمة الرزق، مما يتوهم الإنسان أنها من كسبه وفي طوقه، كالعمل، والإبداع، والإنتاج.. وكلها مرتبطة بقيام الأسباب والعناصر الأولى من جهة ومتوقفة على هبة الله للأفراد والأمم....
Ini adalah petunjuk besar, luas dan dalam dari segala petunjuk terkait kalimat rizqi. Sebagian manusia mengira bahwa rezeki berasal dari usaha, kemampuan, kerja, kreasi dan produksi saja, ketahuilah semua itu hanyalah sebab-sebab dan unsur-unsur belaka. Yang paling utama adalah keyakinan bahwa Rezeki adalah karunia yang Allah berikan kepada seseorang atau suatu kaum    ( Fi Dzilalil Qur’an, 6/3643)

Hikmah Ayat


ü  Yang memberikan rasa aman dan ketenangan adalah Allah, semakin dekat dengan Allah maka hidup akan semakin tenang.
ü   Yang member rezeki adalah Allah, adapun usaha, kerja dan kreasi manusia hanyalah sebab untuk meraih rezeki yang sudah ditakdirkan Allah kepada manusia.





0 komentar:

Posting Komentar