Tinggalkan Strategi SEO Kuno Ini Jika Ingin Bisnis Online Kamu Berkembang
Strategi dalam search egine optimization (SEO) mengalami perubahan. Adanya perubahan ini dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi yang mengalami peningkatan pesat. Strategi SEO kuno membuat konten website kurang maksimal. Bahkan menggunakan strategi SEO kuno dapat membuat website Anda di black list Google.
7 Strategi SEO Kuno yang Harus Ditinggalkan
Penasaran strategi SEO kuno apa yang harus ditinggalkan? Berikut merupakan strategi SEO kuno yang tidak boleh diterapkan oleh Anda.
1. Jangan memakai keyword yang kurang relevan
Keyword merupakan hal yang penting dalam suatu konten, fungsi keyword adalah mengarahkan konten supaya masuk di mesin pencarian situs. Oleh karena itu banyak yang menggunakan keyword sebanyak-banyaknya dalam konten. Mereka memakai keyword pendek dengan jumlah besar agar lebih mudah ditemukan dan terlihat pada mesin pencarian.
Strategi SEO kuno ini memang sangat efektif pada 7 tahun lalu namun, saat ini pengguna internet sudah pintar dalam memilih keyword yang relevan. Sekarang lebih baik menggunakan long tail keyword.
2. Berlebihan dalam memakai anchor text untuk diteruskan pada internal links
Ranking search engine dapat meningkat pesat jika Anda memasukkan anchor text sebanyaknya, sehingga traffic pengunjung website menjadi bertambah. Strategi SEO kuno ini tidak dapat digunakan lagi, karena sistem Google telah diganti. Google membatasi konten yang mempunyai anchor text terlalu banyak. Hal ini diakibatkan karena konten dapat bersifat spamming atau manipulatif.
3. Membuat konten yang berisi topik relevan dengan produk jualan
Strategi kuno SEO berikutnya yaitu membuat isi konten yang kurang relevan terhadap produk jualan. Pemilihan topik konten dilakukan secara asal, sehingga tidak ada satu kalimat pun yang berhubungan dengan produk Anda. Tentu saja hal ini membuat branding Anda sangat kurang, akhirnya penjualan produk mengalami penurunan. Lebih baik carilah konten yang relevan dengan brand produk Anda.
4. Menggunakan domain berbeda pada situs yang sama
Memakai domain dalam situs yang sama bertujuan untuk mendapatkan pengunjung website sebesar-besarnya. Sayangnya penggunaan domain dalam jumlah banyak kurang efektif.
5. Menggunakan keyword di domain
Menyisipkan keyword pada domain bisa membuat website Anda menjadi tingkat paling atas di search engine. Contoh memasukkan keyword pada domain seperti perawatankecantikan.com, jajankhasbandung.com dan masih banyak lagi. Teknik ini sudah kuno, sekarang bisa diganti dengan menghilangkan keyword pada domain supaya orang tidak mengira bahwa pembahasan di website Anda hanya spesifik.
6. Menggunakan satu keyword pada satu website
Excact Match dan Micro Niche Site di tahun 2010 hingga 2012 merupakan domain yang tren serta digunakan oleh orang banyak. Berbeda dengan sekarang, menggunakan kedua domain tersebut sudah kuno. Karena website Micro Niche Site hanya dapat memuat artikel sedikit. Google telah melakukan analisis, bahwa website micro sudah tidak kredibel.
7. Masih menggunakan sisi teknikal
Menurut perkembangannya SEO mengalami perubahan dari teknikal ke pemasaran. Perubahan ini digunakan untuk mengoptimalkan website dengan SEO. Sistem strategi SEO kuno teknikal masih berfokus pada URL, keyword, judul dan backlink. Sedangkan strategi yang baru sudah bergeser ke pembuatan konten yang mampu menarik perhatian pasar.
Itulah berbagai macam strategi SEO kuno yang harus ditinggalkan. Meskipun dalam penerapan strategi SEO yang lebih baru agak sulit namun, perlahan-lahan Anda pasti bisa melakukannya. Kunci agar dapat menguasai strategi SEO baru adalah mempelajari sampai bisa.
By milenial.info
Strategi dalam search egine optimization (SEO) mengalami perubahan. Adanya perubahan ini dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi yang mengalami peningkatan pesat. Strategi SEO kuno membuat konten website kurang maksimal. Bahkan menggunakan strategi SEO kuno dapat membuat website Anda di black list Google.
7 Strategi SEO Kuno yang Harus Ditinggalkan
Penasaran strategi SEO kuno apa yang harus ditinggalkan? Berikut merupakan strategi SEO kuno yang tidak boleh diterapkan oleh Anda.
1. Jangan memakai keyword yang kurang relevan
Keyword merupakan hal yang penting dalam suatu konten, fungsi keyword adalah mengarahkan konten supaya masuk di mesin pencarian situs. Oleh karena itu banyak yang menggunakan keyword sebanyak-banyaknya dalam konten. Mereka memakai keyword pendek dengan jumlah besar agar lebih mudah ditemukan dan terlihat pada mesin pencarian.
Strategi SEO kuno ini memang sangat efektif pada 7 tahun lalu namun, saat ini pengguna internet sudah pintar dalam memilih keyword yang relevan. Sekarang lebih baik menggunakan long tail keyword.
2. Berlebihan dalam memakai anchor text untuk diteruskan pada internal links
Ranking search engine dapat meningkat pesat jika Anda memasukkan anchor text sebanyaknya, sehingga traffic pengunjung website menjadi bertambah. Strategi SEO kuno ini tidak dapat digunakan lagi, karena sistem Google telah diganti. Google membatasi konten yang mempunyai anchor text terlalu banyak. Hal ini diakibatkan karena konten dapat bersifat spamming atau manipulatif.
3. Membuat konten yang berisi topik relevan dengan produk jualan
Strategi kuno SEO berikutnya yaitu membuat isi konten yang kurang relevan terhadap produk jualan. Pemilihan topik konten dilakukan secara asal, sehingga tidak ada satu kalimat pun yang berhubungan dengan produk Anda. Tentu saja hal ini membuat branding Anda sangat kurang, akhirnya penjualan produk mengalami penurunan. Lebih baik carilah konten yang relevan dengan brand produk Anda.
4. Menggunakan domain berbeda pada situs yang sama
Memakai domain dalam situs yang sama bertujuan untuk mendapatkan pengunjung website sebesar-besarnya. Sayangnya penggunaan domain dalam jumlah banyak kurang efektif.
5. Menggunakan keyword di domain
Menyisipkan keyword pada domain bisa membuat website Anda menjadi tingkat paling atas di search engine. Contoh memasukkan keyword pada domain seperti perawatankecantikan.com, jajankhasbandung.com dan masih banyak lagi. Teknik ini sudah kuno, sekarang bisa diganti dengan menghilangkan keyword pada domain supaya orang tidak mengira bahwa pembahasan di website Anda hanya spesifik.
6. Menggunakan satu keyword pada satu website
Excact Match dan Micro Niche Site di tahun 2010 hingga 2012 merupakan domain yang tren serta digunakan oleh orang banyak. Berbeda dengan sekarang, menggunakan kedua domain tersebut sudah kuno. Karena website Micro Niche Site hanya dapat memuat artikel sedikit. Google telah melakukan analisis, bahwa website micro sudah tidak kredibel.
7. Masih menggunakan sisi teknikal
Menurut perkembangannya SEO mengalami perubahan dari teknikal ke pemasaran. Perubahan ini digunakan untuk mengoptimalkan website dengan SEO. Sistem strategi SEO kuno teknikal masih berfokus pada URL, keyword, judul dan backlink. Sedangkan strategi yang baru sudah bergeser ke pembuatan konten yang mampu menarik perhatian pasar.
Itulah berbagai macam strategi SEO kuno yang harus ditinggalkan. Meskipun dalam penerapan strategi SEO yang lebih baru agak sulit namun, perlahan-lahan Anda pasti bisa melakukannya. Kunci agar dapat menguasai strategi SEO baru adalah mempelajari sampai bisa.
By milenial.info

0 komentar:
Posting Komentar