Tafsir Surat Al Mulk
Bag. 16 ( SELESAI)
Allah Maha
Mematikan dan Memberi Rahmat, Tawakal Hanya Kepada-Nya, serta Dia Maha Pemberi
Nikmat air
Tekas Ayat
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ
رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيم
قُلْ هُوَ
الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي
ضَلَالٍ مُبِينٍ
قُلْ
أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ
Terjemah
·
Katakanlah (Muhammad) “Tahukah kalian jika Allah
mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberI rahmat kepada kami,
(maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang
kafir dari azab yang pedih?”
·
Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami
beriman kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya. Maka kelak kamu akan tahu siapa
yang berada dalam kesesatan yang nyata”.
·
Katakanlah,”(Muhammad),”Terangkanlah kepadaku
jika sumber air kamu menjadi kering?” maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”.(QS.
Al Mulk:28-30)
Tinjauan bahasa
قُلْ : Katakanlah
أَرَأَيْتُمْ : Tahukah
kalian
فَمَنْ يُجِيرُ : Siapakah yang dapat menyelamatkan
وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا : Kepada Allah kami bertawakal
مَاؤُكُمْ غَوْرًا :Sumber mata air menjadi kering
Sababun Nuzul
Syekh
Wahbah Az Zuhaili menyebutkan dalam tafsirnya bahwa orang-orang musyrik Mekkah
bermohon kepada Allah agar kecelakaan dan kebinasaan menimpa Rasulullah dan
orang-orang mukmin[1],
lalu Allah menurunkan ayat:
قُلْ
أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ
يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيم
Katakanlah
(Muhammad) “Tahukah kalian jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang
bersamaku atau memberI rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa
yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”
Salah satu bentuk kesombongan
kaum musryirin adalah gemar menantang Allah, Rasulullah dan kaum muslimin.
Dalam ayat ini mereka dengan terang-terangan meminta kepada Allah agar
mendatangkan kebinasaan kepada Rasulullah dan kaum muslimin.[2]
Al Qur’an mengungkap kesombongan
mereka secara terang-terangan dalam ayat lain:
a. Kaum musyrikin menganggap nabi
Muhammad sebagai seorang penyair
أَمْ يَقُولُونَ شاعِرٌ نَتَرَبَّصُ
بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ
“Bahkan mereka berkata,”Dia adalah seorang
penyair yang kami tunggu-tunggu saat kebinasaannya”. ( QS. At Thur [52]:30)
b. Menanti-nanti mara bahaya menimpa kaum muslimin
وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوائِرَ
“Dia menanti-nanti marabahaya menimpamu” (QS.
At Taubah [9]:98)
C. Mereka membuat maker kepada Rasulullah
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ
كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ
“Dan
Ingatlah ketika orang-orang kafir (Quraisy)
memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu
atau membunuhmu”. (QS. Al Anfal[8]:30)
Tawakal
Hanya Kepada Allah
قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ
تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman
kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang
berada dalam kesesatan yang nyata”. ( QS. Al Mulk:29)
والإيمان يشمل التصديق الباطن، والأعمال الباطنة والظاهرة، ولما كانت
الأعمال، وجودها وكمالها، متوقفة على التوكل، خص الله التوكل من بين سائر الأعمال،
وإلا فهو داخل في الإيمان
“Iman
mencakup pembenaran didalam bathin, amal lahir dan bathin. Wujud sebuah amal
dan kesempurnaanya selalu terikat dengan tawakal. Secara khusus Allah
menyebutkan tawakal disbanding amalan lain karena tawakal merupakan bagian dari
iman”.[3]
Begitu erat hubungan tawakal dan
iman, seolah tak terpisahkan antara satu dan keduanya, tak sempurna iman bagi
orang yang tak bertawakal, atau tak kan sempurna tawakal tanpa di dasari iman.
Bahkan Imam Al Ghazali dalam Al Ihya menyandingkan bab tauhid dan bab tawakkal
dalam Kitab at Tauhid wa Tawakkal. Beliau mengatakan[4]:
فالتوكل عبارة عن اعتماد القلب على
الوكيل وحده
“Tawakal adalah ungkapan untuk bergantungnya hati
kepada al Wakil (Allah) Yang Maha Esa.
Bagaimana Cara Mendapat Kesempurnaan Tawakal?
لا يتم التوكل إلا بقوة القلب وقوة اليقين جميعاً إذ بهما يحصل سكون
القلب وطمأنينته فالسكون في القلب شيء واليقين شيء آخر فكم من يقين لا طمأنينتة
Kesempurnaan tawakal tak kan didapatkan
melainkan dengan kekuatan hati dan keyakinan secara bersamaan, lalu lahirlah
ketenangan hati, karena ketenangan dan keyakinan dua hal yang berbeda.betapa
banyak orang yang yakin, namun hatinya tidak tenang.[5]
Keyakinan kepada Allah sampai
pada tahap menghilangkan keragu-raguan kepada-Nya, seperti yakinnya seseorang
yang jika ia harus berjaga seorang diri dimalam hari menunggu mayit yg terbujur
kaku dihadapannya, bahwa mayit tersebut tak kan hidup kembali. Keyakinan yang
melahirkan keberanian bahwa segala hal yang sudah diatur oleh Allah subhanahu
wa taala itulah hakikat tawakal.
Jika kamu enggan beriman dan bertawakal kepada Allah,
فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam
kesesatan yang nyata
Allah Maha Pemberi Nikmat Air
قُلْ
أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ
مَعِينٍ
Katakanlah,”(Muhammad),”Terangkanlah
kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering?” maka siapa yang akan memberimu
air yang mengalir?”.(QS. Al Mulk:30)
Bayangkan jika air
tiada, sumber airpun mengering, air
dipermukaan bumi seolah lenyap ditelan bumi hingga ke dasarnya, lalu kalian
kebingungan untuk mendapatkan air. Manusia, hewan dan tumbuhanpun merasakan
penderitaan itu. Kemudian atas takdir Allah muncul kembali sumber-sumber air
yang melimpah dari segala penjuru, kalian pun bahagia dan gembira, sungguh tak
akan ada yang mampu mendatangkan air beserta sumber-sumbernya melainkan hanya Allah
Azz wa Jalla.[6]
أخبرونى
إن ذهب ماؤكم فى الأرض ولم تصل إليه الدلاء، فمن يأتيكم بماء جار تشربونه عذبا
زلالا. ولا جواب لكم إلا أن تقولوا هو الله، وإذا فلم تجعلون ما لا يقدر على شىء
شريكا فى العبادة لمن هو قادر على كل شىء.
Kabarkan kepadaku, jika sumber airmu dipermukaan bumi lenyap, tak
bisa dijangkau alat, lalu siapakah yang dapat mendatangkan kembali air jernih
memancar yang dengannya engkau minum, tiada jawaban lain bagimu kecuali
berkata,” Dia adalah Allah”.
Lalu mengapa engkau menjadikan pihak yang tak mampu apapun sebagai
sesembahan? Dibandingkan Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”.[7]
Kesimpulan
·
Orang kafir,
musyrik dan sejenisnya selalu menampakkan kesombongan mereka dengan menantang
kebesaran Allah agar menurunkan kebinasaan baik untuk mereka sendiri maupun
untuk kaum muslimin, ini merupakan bukti
congkak mereka sepanjang zaman.
·
Iman harus
dibarengi dengan tawakal, keduanya saling berkaitan erat
·
Tawakal yang
benar adalah yakin sepenuhnya kepada Allah dan tidak ragu, keyakinan inilah yang
menumbuhkan motivasi dan optimisme akan
janji Allah kepada kaum muslimin.
·
Tawakal yang
benar adalah dengan terus menyempurnakan
ibadah dan usaha, bukan dengan berpangku tangan semata.
·
Allah Maha Mengatur segala isi dunia ini, khususnya air. Dia-lah
yang mendatangkan dan Dia-lah yang menghilngkan. Keyakinan sepenuhnya inilah
yang harus terus di pupuk agar keimanan kita semakin mendalam. Wallahu a’lam
Dengan bahasan ini selesailah Tafsir Surat Al
Mulk bi iznillah, kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan adalah
kelemahan pribadi saya. Semoga menjadi amal shalih bagi kita semua.amiin
Edisi Berikutnya : Tafsir Surat As Shaff إن شاء الله
[1] Wahbah
Az Zuhaily, Tafsir Al Munir, Jilid 29 (Damaskus:Darul Fikr al
Muashir,1418H) hal.37
[2] Muhammad
Thahir bin Ayhur (w 1393 H), At Tahrir wa Tanwir,jilid
29 (Tunisia: Dar Tunis Lin Nasyr,1984M) hal. 51)
[3]
Abdurrahman Bin Nashir as Sa’di, Taisir al Karim ar Rahman Fi Tafsir Kalam al
Mannan, Jilid I (Beirut: Muassasah Ar Risalah, 1420H )
h. 878
[4] Abu
Hamid al Ghazali At Thusi (505H), Ihya Ulum ad Din, (Beirut: Dar al
Ma’rifah) h. 259
[5] Ihya
Ulum ad Din, hal. 260
[6] Ibnu
Katsir, Tafsir al Qur’an al Azim, jilid 8 (Dar
Taybah lin Nasyr) h.183
[7] Ahmad Musthafa Al Maraghi (w.1371 H), Tafsir
al Maraghi, jilid 29( Syarikah Maktabah Al Halby, 1365
H) h. 25
0 komentar:
Posting Komentar