WHAT'S NEW?
Loading...

Hukum Air Apabila Ada Najis Padanya ( Tercampur Najis )


Penterjemah by Komar ( Komarudin S.T )

Fatwa Syaikh Utsaimin رحمه الله

حكم الماء إذا وقعت فيه نجاسة

السؤال:

فضيلة
الشيخ: عندنا خزان ماء بال فيه طفل، وكذلك وجدنا فيه فأراً, فما رأيك؟
Pertanyaan : Syaikh yang mulia kami mempunyai penampungan air telah dikencingi anak, begitu juga kami mendapatkan (pada tampungan air) bangkai tikus apa pendapat anda ?.

الجواب:

الماء إذا سقطت فيه النجاسة من بول، أو عذرة، أو فأرة أو غيرها مما يكون نجساً، ولم يتغير لا طعمه ولا لونه ولا ريحه بالنجاسة، فهو طهور,

Air apabila tertetes padanya zat najis dari air kencing atau kotoran, atau (bangkai) tikus atau lainnya yang menyebabkan menjadi najis dan selama BELUM BERUBAH RASANYA, WARNANYA, DAN BAUNYA akibat zat najis maka tetap suci.

 لكن النجاسة ذات الجرم يجب إخراجها,
Akan tetapi zat yang menyebabkan menjadi najis wajib dikeluarkan.

 مثل: لو كانت عذرة يجب أن تلف من الماء وتخرج, أو فأرة تخرج أيضاً.

السائل: الخزان كبير ما يتمكن من إخراجه؟
Contoh : Jika terdapat kotoran (benda padat) maka wajib untuk dikeluarkan atau (bangkai) tikus dikeluarkan juga.

Penanya : Penampungan air besar apa mungkin untuk mengeluarkannya ?

الشيخ: لابد, ينزل فيه من يعرف أن يسبح ويخرجها؛ لأنها لو بقيت لكان الماء يتأثر فيما بعد, بعد هذا ينزف الماء حتى لا يبقى فيه إلا قليل وتخرج.
Jawaban Syaikh : Wajib dikeluarkan (dari tampungan air) kotoran yang diketahui dengan menyerok/menyeret dan mengeluarkannya, karena kalau tetap dibiarkan air akan terpengaruh kotoran setelahnya, setelah itu penuhi air sampai tidak tersisa kotoran didalamnya kecuali sedikit yang tersisa/tertinggal.

by Komar @ Bis Bandara -> Depok
31/08/2019 16.33

Alumni Ta'liim Lil Jamii' LIPIA 2017

0 komentar:

Posting Komentar