Hukum Mandi Dari Sisa Air Mandi Suami/Istri
Penterjemah by Komar (Komarudin S.T)
Fatwa Syaikh Utsaimin رحمه اللّٰه
حكم اغتسال أحد الزوجين بفضل الآخر
Hukum mandi dari sisa air mandi suami/istri
السؤال:
في الحديث (أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن تغتسل المرأة: فضل الرجل، والرجل بفضل المرأة، وليغترفا جميعاً) والحديث الثاني: (أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يغتسل بفضل ميمونة) كيف الجمع بينهما؟
Pertanyaan: Dalam sebuah hadits "bahwasanya Nabi
صلى الله عليه وسلم
mencegah wanita mandi dari sisa air (mandi) laki-laki (suaminya) dan seorang laki-laki dari sisa air (mandi) wanita (istrinya) namun agar menciduk air bersama-sama (mandi bersama)" dan hadits yang kedua "bahwasanya Nabi
صلى الله عليه وسلم
mandi dari sisa air Maymuunah bagaimana menggabungkan keduanya?.
الجواب:
الأول نهي إرشاد يعني ينبغي للرجل مع زوجته ألا ينفرد بالغسل وهي بالغسل,
Jawaban Syaikh : Pertama pencegahan merupakan petunjuk yakni hendaknya seorang laki-laki dengan istrinya tidak mandi sendiri-sendiri (agar mandi bersama).
والأفضل أن يغتسلا جميعاً في إناء واحد وفي مكان واحد هذا معنى الحديث, وليس نهياً للتحريم بل ولا للكراهه لكنه نهي إرشاد بدل من أنك تغتسل في إناء والزوجة في إناء اجتمعا,
dan yang paling utama agar mandi bersama menggambil air dari satu wadah dan dalam satu tempat, ini adalah makna hadits bukan pencegahan untuk melarang bahkan bukan untuk membenci, tapi beliau mencegah merupakan petunjuk sebagai pertimbangan bagi yang akan mandi dari satu wadah air dan istri mengambil air dari satu wadah bertemu.
وهذا هو هدي النبي صلى الله عليه وسلم كان يغتسل هو و عائشة من إناء واحد. تختلف أيديهما فيه, حتى تقول: دع لي! دع لي! وهذا أيضاً مما يؤدي إلى قوة المحبة والرابطة بين الزوجين.
dan ini petunjuk Nabi
صلى الله عليه وسلم
beliau mandi dan 'aaisyah dari satu bejana (wadah) yang sama, (saling mengambil air ) tangan keduanya didalamnya (bejana/wadah) sampai 'Aaisyah berkata artinya "sisakan air untukku!, sisakan air untukku!" dan ini juga bukti yang kuat kecintaan dan ikatan diantara keduanya.
أما اغتسال النبي صلى الله عليه وسلم بفضل ميمونة فلأنها سبقته, ولم يصادف وقت اغتسالها بوقت اغتساله, فاغتسل بعدها, وعلى هذا يتبين ضعف ما ذهب إليه الفقهاء من أن الرجل لا يغتسل بما خلت به المرأة لطهارة واجبة. بل نقول يغتسل ولا حرج.
Adapun Nabi صلى الله عليه وسلم
mandi dari sisa air (mandi) Maymuunah karenanya (istrinya) telah mendahuluinya tidak dalam waktu yang sama (sebab mandinya) maka beliau mandi sesudahnya, dan dalam hal ini jelas lemahnya pendapat fuqoha yang berpendapat bagi laki-laki tidak mandi dari sisa mandi wanita (istri) untuk mandi wajib akan tetapi kita katakan bahwa melakukan mandi (dari sisa air mandi suami/istri) maka tidak berdosa.
#Murooja'ah sebagian:
-Ustadz Junaedi - Mudir Ponpes Imam Nawawi Tegal.
-Ustadz Herman Susilo Lc M.P.I
-Ustadz Andi - Muwwazhof LIPIA.
by Komar @ 02/09/2019 07.27
Alumni Ta'liim Lil Jamii' LIPIA 2017
#Partisipasi Pendidikan Bahasa Arab Gratis :
Bagi yang mau bayar silahkan
Nama Komarudin . Bank Muamalat (Kode Bank 147), Nomer Rekening: 3070026004.
Link Program mudah Bahasa Arab
Percakapan & Kaidah.

0 komentar:
Posting Komentar