SURAT AL MULK ( Bag.
13)
Nikmat Pendengaran, Penglihatan dan Hati
Nurani
Teks Ayat
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ
وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ (23) قُلْ هُوَ الَّذِي
ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (24)
Terjemah
23- Katakanlah,”Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan
pendengaran, penglihatan, dan hati
nurani bagi kamu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
24- Katakanlah,”Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak
dimuka bumi, dan hanya kepadanya kamu akan dikumpulkan ( QS. Al Mulk:23-24)
Tinjauan Bahasa
السَّمْعَ
Pendengaran
وَالْأَبْصَارَ
Penglihatan
وَالْأَفْئِدَةَ
Hati nurani
قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Sedikit sekali kamu bersyukur
Kandungan Ayat
Setelah Allah menggambarkan sekian banyak
nikmat yang telah diberika kepada manusia berupa, bumi serta isinya, kekuasaan
Allah pada burung yang terbang, kemudian Allah mengungkap nikmat-Nya yang dekat
dalam diri manusia. Kesempurnaan manusia berupa fisik yang dalam diri manusia
adalah anugerah Allah kepada hamba-Nya, adakah diantara mereka semakin
bersyukur atau kufur.
Para ulama berbeda pendapat tentang manakah
yang lebih utama antara pendengaran atau penglihatan?
Ibnu Asyur menukil dalam tafsirnya:
وَفِي
تَقْدِيمِ السَّمْعِ عَلَى الْبَصَرِ فِي مَوَاقِعِهِ مِنَ الْقُرْآنِ دَلِيلٌ
عَلَى أَنَّهُ أَفْضَلُ فَائِدَةً لِصَاحِبِهِ مِنَ الْبَصَرِ فَإِنَّ
التَّقْدِيمَ مُؤْذِنٌ بِأَهَمِّيَّةِ الْمُقَدَّمِ وَذَلِكَ لِأَنَّ السَّمْعَ
آلَةٌ لِتَلَقِّي الْمَعَارِفِ الَّتِي بِهَا كَمَالُ الْعَقْلِ، وَهُوَ وَسِيلَةُ
بُلُوغِ دَعْوَةِ الْأَنْبِيَاءِ إِلَى أَفْهَامِ الْأُمَمِ عَلَى وَجْهٍ أَكْمَلَ
مِنْ بُلُوغِهَا بِوَاسِطَةِ الْبَصَرِ لَوْ فَقَدَ السَّمْعَ، وَلِأَنَّ
السَّمْعَ تَرِدُ إِلَيْهِ الْأَصْوَاتُ الْمَسْمُوعَةُ مِنَ الْجِهَاتِ السِّتِّ
بِدُونِ تَوَجُّهٍ، بِخِلَافِ الْبَصَرِ فَإِنَّهُ يَحْتَاجُ إِلَى التَّوَجُّهِ
بِالِالْتِفَاتِ إِلَى الْجِهَاتِ غَيْرِ الْمُقَابِلَةِ.
Didahulukannya kalimat “ as sam’u (mendengar)
dari “al basharu” (melihat) didalam Al Qur’an merupakan petunjuk bahwa
pendengaran lebih utama dari penglihatan, penyebutan lebih awal terhadap
sesuatu karena sesuatu tersebut memiliki urgensi, pendengaran adalah alat untuk
menyerap pengetahuan yang merupakan unsur pembentuk kesempurnaan akal. Ia juga
sarana sampainya dakwan nabi kepada pemahaman umat, dalam bentuk yang lebih
sempurna dari sarana penglihatan, bila pendengaran hilang. Pendengaran
pula dapat menyerap suara dari enam penjuru tanpa batas arah, sedangkan
penglihatan, membutuhkan arah tertentu. ( Ibnu Asyur, at Tahrir wa
Tanwir,1/258)
Ibnu Abbas dalam tafsirnya mengatakan,” Fungsi
pendengaran, penglihatan dan hati nurani adalah untuk mengungkap dan mengikuti
kebenaran dan petunjuk Allah, namun sedikit diantara manusia yang bersyukur,
kebanyakan manusia tak pandai bersyukur atas nikmat Allah yang dirasa baik
sedikit maupun banyak.”(Tafsir Ibnu Abbas,1/460)
Kekhususan tiga panca indera diatas (
pendengaran, pemglihatan dan hati) karena ketiganya merupakan sarana paling
jelas untuk mendengar, melihat dan memahami kekuasaan Allah Subhanahu wataala,
lalu mengapa orang-orang kafir dan orang-orang lalai itu enggan bersyukur?
(Muhammad Amin Alawi Al Harary,Hadaiq Ruh wa
Raihan, 30/45)
0 komentar:
Posting Komentar