WHAT'S NEW?
Loading...

SAYA BUKAN USTADZ


Ungkapan ini sering terdengar dikhalayak, ketika seseorang mengelak dari panggilan jamaah, saat bertanya atau kajian. Paling tidak ada 2 kemungkinan penolakan disebut 'ustadz, yaitu:

1. Sifat rendah hati, tidak sombong, merasa bahwa ilmu agamanya masih sedikit.
2. Ustaz adalah sebutan utk ahli ilmu agama, sementara backgroundnya bukan dari jurusan agama.


Menurut saya, panggilan ustaz itu suatu penghormatan dari jamaah utk pemateri, TERIMA SAJA, tidak usah malu.

Toh bukan aib, karena kata أستاذ dalam Bahasa Arab artinya guru, atau orang yg mengajarkan ilmu, bahkan dalam gelar akademik Arab, panggilan ustaz digunakan utk dosen setara Profesor.

Bukan sesuatu yg rendah disebut ustaz, asal dirimu ada peran utk menegakkan Islam sekecil apapun. Ustaz juga bukan sebagai mata pencaharian, apalagi bertarif.

Jika kamu tidak berlatar belakang ilmu syariah, mudah kok. Belajar saja terus, perdalam Al Qur'an dan ilmu alatnya, dan awas jangan salah berguru, Atau hanya belajar dari Google. Atau tidak punya guru, karena org yg belajar tidak punya guru maka setan yg jadi gurunya.

Jika kamu sdh berlatar belakang agama, jangan sombong, jangan sok tahu atau sok suci. Sampai seolah kunci surga neraka ada di tanganmu. Terus berguru, terus belajar. Sepanjang apapun gelar, rambut, jubah, surban dan jenggotmu, tetap saja kau manusia bukan malaikat. Kau bisa salah, kau bisa tergelincir, kau bisa berdosa. Maka terus perbaikilah diri.

Ketika berjuta orang yg bisa sedikit ceramah, kini mudah utk disebut USTAZ.
-insinyur jadi ustaz
-polisi jadi ustaz
-politisi jadi ustaz
-artis jadi ustaz
-pedagang jadi ustaz
-dokter jadi ustaz
-mantan preman jadi ustaz

Lalu, ustaz jadi apa hayo..

Mushola, 7/12/2019
Abu Nawa, Lc

0 komentar:

Posting Komentar